Dorong Pelestarian Budaya Danau Sipin Lewat Workshop Kreatif Batik Jambi

Dorong Pelestarian Budaya Danau Sipin Lewat Workshop Kreatif Batik Jambi
Foto bersama. (Dokpri)

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Workshop bertajuk “Mengangkat dan Mempromosikan Kekayaan Budaya Danau Sipin Jajaran Melalui Produk Kreativitas Olahan Batik Jambi Pewarna Alam Secara Berkelanjutan” sukses digelar pada 10–12 Oktober 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pemajuan Kebudayaan Tahun 2025 Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, berfokus menghidupkan kearifan lokal dan memicu ekonomi kreatif masyarakat Jambi.

Rangkaian Kegiatan yang Memikat

Hari pertama membawa 30 peserta menyelami sejarah Batik Jambi dan filosofi motif lacak—dari “Sultan Thaha” hingga “Rang Kayo Hitam.” Paparan Dt. Zainul Bahri memantik diskusi tajam sebelum sesi praktik membatik tulis dan cap. Teknik pewarnaan alami pun dipraktikkan, menggunakan ekstrak daun jati, kunyit, secang, dan kulit rambutan, sebagai wujud komitmen pelestarian lingkungan.

Pada hari kedua, perhatian bergeser ke inovasi craft. Dalam bimbingan Librendah WE. S.Kom. dan Dt. Zainul Bahri, setiap peserta menghasilkan prototipe tas, syal, dan taplak meja bermotif lacak klasik. Sebanyak 90 prototipe teruji ketahanan warna dan kualitas jahitan, dengan 85% dinyatakan memenuhi standar uji internal.

Puncak acara, hari ketiga, menekankan strategi promosi digital. Peserta merancang 30 foto portofolio dan 30 video pendek, kemudian menerapkan optimasi hashtag dan storytelling visual. Mini pameran visual merchandising memajang karya, di mana lima hasil terbaik akan dipromosikan melalui media sosial yayasan dan marketplace lokal.

Capaian Mengesankan

• 100% kehadiran dari 30 peserta terdaftar selama 3 hari pelatihan

• 100% peserta menguasai minimal satu teknik membatik dan pewarnaan alami

• Tercipta portfolio digital: 30 flyer dan 30 video promosi

• Komitmen lanjutan Balai Pelestarian Kebudayaan dan Dinas Pariwisata Kota Jambi untuk mendukung kelanjutan program

“Dengan pewarna alami, kami memadukan seni Batik Jambi dan pelestarian ekosistem Danau Sipin,” tegas Dt. Zainul Bahri.

Langkah Berkelanjutan

Workshop ini akan dikembangkan menjadi modul pelatihan reguler, lengkap dengan roadshow pameran keliling di Provinsi Jambi. Sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Kebudayaan, dan komunitas UMKM lokal diharapkan memperkuat pemasaran produk batik berkelanjutan. Dukungan Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi menjadikan inisiatif ini contoh nyata bagaimana tradisi, inovasi, dan digitalisasi saling menguatkan untuk memajukan kebudayaan Indonesia.

(**)