Dua Pasar di Muarojambi Naik Status, Kok Bisa?

Dua Pasar di Muarojambi Naik Status, Kok Bisa?
Pasar di Kumpeh Hilir (istimewa)

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Dua Pasar Rakyat di Muarojambi bakal naik kelas jadi Pasar Semi Modern. Dua pasar rakyat diantaranya pasar Simpang Pramuka Kecamatan Sungaigelam dan Pasar Jambi Kecil Kecamatan Marosebo. Prosesnya saat ini tengah dalam tahapan lelang.

 

"Iya. Bakal direvitalisasi jadi pasar semi modern. Tahapannya saat ini sudah lelang," kata Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Muaro Jambi, Nur Subiantoro, Senin (1/7/19).

 

Nur menyebut bahwa sumber pembiayaan pembangunan dua pasar rakyat itu berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Dua pasar itu sebelumnya diajukan dan dinyatakan layak serta memenuhi syarat untuk direvitalisasi.

 

"Syaratnya diantaranya status tanah harus resmi dan lokasinya tidak jauh dari pedagang asli," ujar Nur.

 

Nur menjelaskan bahwa anggaran revitalisasi kedua pasar rakyat ini tergolong kecil sehingga akan diwujudkan dalam bentuk semi modern. Bentuk bangunannya dirancang dengan atap bulat serta bagian dalamnya terbuka.

 

"Revitalisasi kedua pasar ini tidak masuk dalam prototype. Sebab, anggarannya masih di bawah tipe," katanya.

 

Meski anggaran pembangunannya tergolong kecil, kedua pasar semimodern diperkirakan akan mampu menampung kapasitas 90-120 pedagang. Terlebih di dalam bangunan itu dirancang terbuka sehingga cocok untuk lokasi los-los. 

 

"Pastinya banyak pedagang yang tertampung. Bisa mencapai ratusan pedagang," ujarnya.

 

Nur lebih lanjut menjelaskan bahwa sesuai dengan peraturan bupati pengelolaan pasar ini nantinya diserahkan kepada desa. Kemudian desa menunjuk pengurus pasar dan mereka menyetorkan restribusi ke kas daerah.

 

"Jadi kita menerima rekening korannya. Kita bukukan untuk dilaporkan sebagai pendapatan daerah," katanya.

 

Menurut Nur,  pasar revitalisasi sangat berdampak terhadap perekonomian masyarakat. Karena program revitalisasi pasar untuk meningkatkan perekonomian rakyat. Selain itu, revitalisasi ini diarahkan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap kebutuhannya.

 

"Saat ini masyarakat cenderung memilih tempat berbelanja yang nyaman. Karena itu, perbaikan fasilitas pasar mutlak diperlukan jika tidak ingin pasar rakyat kian sepi pembeli,” ujarnya

 

Nur berharap dengan makin ramainya pasar tradisional, kesempatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk makin berkembang kian luas. Ini mengingat badan pengelola pasar tradisional kerakyatan memiliki pola kemitraan dengan UMKM.

 

“Peran pemerintah dalam hal ini sangat dibutuhkan, terutama bisa memicu perekonomian di wilayah yang dimotori UMKM,” kata mantan Kasat Pol PP Muarojambi ini. (RED)

 

Kontributor : Romi R