DUH Pak Bupati! JAM Gento Merangin Kini Dijadikan Tempat Mabuk & Mesum

DUH Pak Bupati! JAM Gento Merangin Kini Dijadikan Tempat Mabuk & Mesum
Jam Gento Merangin Kini tak terawat baik. (Rhizki/brito.id)

BRITO.ID, BERITA MERANGIN - Jam Gento merupakan salah satu ikon Kabupaten Merangin yang terletak di wilayah administrasi Kelurahan Pasar Bangko, Kecamatan Bangko.

Bangunan ini sempat dibangun ulang Pemerintah Kabupaten Merangin pada 2016, dengan dalih rehabilitasi tetapi dengan cara menghancurkan bangunan lama menggunakan anggaran Rp3,9 Miliar.

Setelah dibuka untuk umum sekitar awal 2017, lokasi ini awalnya rutin dengan penjaga yang ditugaskan untuk membuka dan menutup pintu. Terutama menuju lantai atas Jam Gento pada hari dan jam tertentu, agar masyarakat bisa menikmati panorama Kota Bangko.

Namun pantauan BRITO.ID kondisi bangunan Jam Gento sangat memprihatikan. Seperti kondisi plafon yang sudah bolong-bolong, tembok dicoret-coret, kondisi WC yang sudah rusak dan tidak terawat.

Diperparah informasi penjaga Jam Gento, Iyek, mengatakan banyak pengunjung yang membawa minum-minum keras. Juga muda-mudi yang memadu kasih atau pacaran di lokasi ini

"Disini orang berkunjung 24 jam, ada yang sekedar berkunjung melihat pemandangan, ada yang juga yang membawa tuak, bahkan banyak muda-mudi yang pacaran kalau malam hari, kadang kewalahan saya dalam menjaganya," keluh Iyek.

Karena banyak alat-alat yang sudah rusak, Iyek berharap kedepannya ada perbaikan dari Pemerintah Kabupaten Merangin. Khususnya Dinas terkait untuk menganggarkan perbaikan agar pengunjung kembali nyaman.

"Kedepannya ada perbaikan seperti listrik, WC dan fasilitas lainnya agar pengunjung lebih nyaman," ungkap Iyek.

Salah satu pengunjung Jam Gento, Usman, menilai Pemerintah Kabupaten Merangin hanya giat membangun, namun bingung dalam memanfaatkan. Juga lalai dalam merawat bangunan yang banyak menghabiskan dana.

"Masalah pembangunan saya salut dengan Pemerintah Kabupaten Merangin, namun masalah memanfaatkan dan merawat Pemerintah Kabupaten Merangin lalai," ujar Usman. (RED)

Kontributor : Rhizki Okfiandi