Duh! Perkosa Istri Tetangga, Oknum Security Ini Cuma Ingin Lampiaskan Dendam

Duh! Perkosa Istri Tetangga, Oknum Security Ini Cuma Ingin Lampiaskan Dendam
Kapolres Sigi AKBP Wawan Sumantri, didampingi Wakapolres Sigi Kompol Paulus Morik, dan Kasat Reskrim Polres Sigi AKP Sudigdo Mamboro, saat menggelar konferensi pers, di halaman Mako Polres, Jumat (13/9/2019). (Ist)

BRITO.ID, BERITA SIGI – TA alias Tam (34) warga Desa Soulowe, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), terpaksa berurusan dengan polisi karena diduga memperkosa MA alias Maya (26) istri tetangganya sendiri.

Pria yang bekerja sebagai security ini ditahan Satuan Reskrim (Satreskrim) Polres Sigi, di Jalan Moh Yamin, Kota Palu, setelah korban melaporkan aksi bejat tersangka pada Kamis 5 September 2019 lalu.

"Korban melaporkan perbuatan tersangka pada Kamis lalu. Pada hari itu juga kami lakukan penangkapan di Jalan Moh Yamin Palu," ungkap Kapolres Sigi AKBP Wawan Sumantri, saat Press Release, Jumat (13/9/2019).

Kapolres menuturkan, saat melakukan aksinya, TA mengancam korban dengan pisaunya, sehingga korban tidak berdaya.

"Aksi kotor pelaku tersebut di lakukan di sebuah rumah di sekitar Huntara (hunian sementara) Desa Soulowe. Sebelum melakukan aksinya, tersangka merekam foto dan video telanjang korban,” tutur AKBP Wawan.

Menurut pengakuan tersangka TA kepada polisi, aksi bejad tersebut di lakukan karena tidak terima dituduh sebagai pengedar oleh suami korban yang tidak lain adalah temannya sendiri.

“Saat ini suami korban juga ditahan karena kasus 363. Pengakuan tersangka bahwa dia dendam karena suami korban melaporkan bahwa kalau dirinya pelaku narkoba,” tutur AKBP Wawan.

Selain tersangka, Polisi juga mengamankan Barang Bukti (BB) berupa 1 lembar baju terusan berwarna orange tua, 1 lembar celana seken atau soor berwarna hijau tua, 1 lembar celana dalam hijau tua.

Selanjutnya, 1 lembar BH warna cream campur peach bermotif bunga dan bertali warna hitam, sebilah pisau sangkur panjang 15 cm dengan panjang 18cm, 1 unit hand phone Samsung warna hitam yang dipakai pelaku merekam aksinya.

“Atas perbuatannya, pelaku disangkakan Pasal 285 KUHPidana sub Pasal 289 KUHPidana, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 12 tahun penjara," kata Wawan seperti dilansir TRANS89.COM. (RED)