Lewat teatrikal, jurnalis Surabaya kecam aksi kekerasan ke wartawan di Jember

Aksi pengeroyokan terhadap jurnalis kembali terjadi di Jember, Jawa Timur. Sebagai bentuk solidaritas, puluhan wartawan dari berbagai media massa, baik cetak, online.

Lewat teatrikal, jurnalis Surabaya kecam aksi kekerasan ke wartawan di Jember

BRITO.ID - Aksi pengeroyokan terhadap jurnalis kembali terjadi di Jember, Jawa Timur. Sebagai bentuk solidaritas, puluhan wartawan dari berbagai media massa, baik cetak, online. maupun televisi, menggelar aksi di depan Gedung Grahadi Surabaya, Jalan Gubernur Suryo, Kamis (5/7) siang.

"Aksi kekerasan itu menimpa kawan kita di Jember, Oryza Ardiansyah, wartawan beritajatim.com pada Rabu (4/7) sore kemarin," kata koordinator Aksi, Martudji dalam orasinya.

Dalam aksinya, para jurnalis di Surabaya ini juga menggelar teatrikal. Tiga orang wartawan beraksi menggambarkan aksi kekerasan seperti yang menimpa Oryza di Jember.

"Kami mengecam keras insiden ini! Karena aksi kekerasan ini tidak benarkan. Apalagi dilakukan kepada seorang jurnalis yang tengah melakukan kegiatan jurnalistiknya," tegas Martudji.

Sementara Antok, rekan satu kantor Oryza menjelaskan kronologis kejadiannya. Saat itu, korban tengah meliput pertandingan sepakbola antara Sindo Dharaka versus Persid.

Di masa injury time, kata Antok, terjadi insiden. Wasit mengganjar sanksi pemain Sindo Dharaka dengan hadiah penalti kepada pemain Persid yang berbuah gol. Skorpun berakhir imbang (1-1).

Namun, keputusan wasit ini memicu kemarahan dari para pemain Sindo Dharaka dan mengejar sang pengadil lapangan. "Melihat peristiwa ini, sebagai jurnalis, Oryza mengabadikannya melalui kamera ponselnya," terang Antok, wartawan yang biasa ngepos di Pemprov Jawa Timur.

Sayang, aksi Oryza ini berbuah petaka. Dari arah sampingnya, tiba-tiba datang petugas keamanan berpakaian doreng merampas handpone (HP) miliknya. "HP Oryza dikembalikan petugas saat dia mengaku wartawan," ungkap Antok.

Tapi sayangnya, lanjut dia, ada beberapa pemain Sindo Dharaka yang mendatangi Oryza, lalu melakukan pengeroyokan. "Bagaimanapun juga, kami selaku jurnalis mengecam insiden ini. Ada hak jawab, yang mestinya dilakukan jika tak berkenan dengan liputan Oryza," tegas jurnalis bertubuh tambun ini.