Eks Pramugara Ini Curhat di Medsos, Ngaku Dilecehkan Pria Make Up Artis Ternama

Kasus pria make up artist ternama diduga melecehkan eks pramugara menghebohkan masyarakat. Hal itu diungkap oleh korban dengan inisial D. "Pelaku ini make up artis inisialnya AC. Dia make up artis terkenal," kata D saat dihubungi, Rabu (7/4/2021).

Eks Pramugara Ini Curhat di Medsos, Ngaku Dilecehkan Pria Make Up Artis Ternama
Ilustrasi. (Istimewa)

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - Kasus pria make up artist ternama diduga melecehkan eks pramugara menghebohkan masyarakat. Hal itu diungkap oleh korban dengan inisial D.

"Pelaku ini make up artis inisialnya AC. Dia make up artis terkenal," kata D saat dihubungi, Rabu (7/4/2021).

D mengungkap awal mula rangkaian peristiwa dugaan pelecehan seksual itu. Pada Agustus tahun lalu, D baru pulang ke Indonesia dan membuka usaha, namun usaha yang dijalankan D tidak berjalan sukses.

D sudah mengenal AC sejak 10 tahun lalu. AC kemudian menawari D bantuan pekerjaan. Atas permintaan AC, D akhirnya tinggal di apartemen AC di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan.

Sejak 9 Maret 2021 D lalu tinggal di apartemen milik AC. Sejak pindah ke apartemen tersebut, D mengaku mendapat pelecehan dari AC.

"Itu sering banget dan saya nolak, saya dorong saya bilang nggak suka. Tapi dia bilang itu bercanda. Saya bilang kalau orang nggak suka itu termasuk pelecehan seksual," ujar D.

D mengaku tingkah AC setiap harinya makin aneh. D mengaku bisa melawan AC.

"Semakin hari saya tinggal di situ semakin aneh. Saya ngelawan tapi saya bukan orang bodoh kalau saya tonjok saya bisa dilaporkan polisi dan masuk penjara," sambungnya.

Pada akhirnya, D memilih keluar dari apartemen tersebut pada Senin (5/4) subuh kemarin. Setelah tak lagi tinggal di apartemen AC, D akhirnya curhat di media sosial.

Atas postingannya itu, D mengaku menerima sejumlah direct message (DM) dari beberapa orang yang mengaku pernah menjadi korban serupa dari AC.

"Ada beberapa yang udah DM saya dan punya pengalaman juga. Di rumah itu ada orang Jawa, orang Medan ada orang Afganistan juga. Dia nangis-nangis minta dipulanglan karena dilecehkan sama pelaku ini. Maksud saya mungkin banyak korban lain tapi karena nggak berani mereka diam saja," ujar D.

Tak sampai di situ, D menempuh jalur hukum dan juga melaporkan AC ke Polsek Setiabudi, namun laporannya itu ditolak dengan alasan tidak cukup bukti.

Terpisah, Kapolsek Setiabudi AKBP Yogen Heroes menjelaskan alasan pihaknya tidak membuatkan laporan polisi (LP) atas aduan D.

"Karena itu masih mentah, berita acara itu tidak kita buatkan LP," kata Yogen.

Meski begitu, Yogen mengaku pihaknya telah melakukan upaya jemput bola dan meminta keterangan terlapor.

"Besoknya kita jemput si terlapor ini, di situ ada yang lain juga. Itu kita bawa sekalian kita buat berita acara sekalian. Ya sudah nggak ada apa-apa juga," imbuhnya.

Sumber: detikcom
Editor: Ari