Harta Dirampas dan Dipukul, Pemuda Ini Laporkan Oknum LSM Mengaku BIN

Harta Dirampas dan Dipukul, Pemuda Ini Laporkan Oknum LSM Mengaku BIN
Musadri (26) warga Kabupaten Batanghari yang mengaku hartanya dirampas dan dianiaya. (Deni/brito.id)

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Nasib naas menimpa Musadri (26) warga Kabupaten Batanghari dimana dirinya setelah dianiaya oleh oknum LSM yang mengaku anggota Badan Intelijen Negara (BIN). Tak hanya itu seluruh harta korban juga di rampas secara paksa. Akibat kejadian itu Musdari melaporkan ke Polresta Jambi.

Dijelaskan Musadri kejadian itu berawal dari seorang oknum guru di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Kota Jambi berinisial Z yang meminta tolong untuk mengurus anaknya masuk kerja di salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Provinsi Jambi.

Pada saat itu dirinya diberikan imbalan senilai Rp10 juta. Berbekal itu dirinya berupaya mengurus dan berhasil meloloskan anak dari Z masuk kerja. Namun, pada saat telah mendapatkan rekomendasi untuk penempatan kerja, sang anak itu malah bertingkah dan berubah pikiran.

Lantas, dengan kejadian itu, Z meminta uangnya dikembalikan karena anaknya tidak mau bekerja di tempat yang telah diupayakan.

"Saya sudah menjelaskan, bahwa itu bukan kesalahan dari saya. Tetapi kalau meminta kembalikan, saya akan kembalikan tapi tidak bisa dalam waktu dekat," ujarnya saat ditemui BRITO.ID, Minggu (4/8).

Lanjutnya, selama proses sekian bulan, hingga tepatnya pada Rabu, 24 Juli 2019 sekira Pukul 09.30 dirinya ditelepon oleh Z untuk mendatangi tempat dia bekerja. Karena ingin meminta tolong memasukan anaknya di Sekolah Menengah Atas (SMA). Karena Musadri telah menganggap Z sebagai orang tua angkatnya, lantas mendatangi dimana Z bekerja.

"Sesampai disana sudah ada sekitar 4 orang berbadan tegap yang mengaku dari BIN dan Kombes di Polresta membawa saya ke dalam sebuah mobil," katanya.

Setelah dirinya dimasukkan ke dalam mobil, Musadri dibawa keliling. Di dalam perjalanan dirinya mendapatkan perlakuan kasar, karena keempat orang itu meminta kembalikan uang Rp10 juta tersebut.

"Saya di tinju, disuruh makan rokok dan identitas diri saya juga ambil serta diancam akan di bunuh kalau tidak mengembalikan uag itu dengan segera," tuturnya.

Diterangkannya, dirinya juga diminta menunjukkan rumah kontrakannya, karena dirinya merasa ketakutan, lantas mengajak orang tersebut ke rumahnya.

Sesampai di rumah kontrakannya, orang yang belakang diketahui bernama Paulus itu mengambil seluruh surat menyurat serta dokumen.

"Buku nikah saya, BPKB mobil, motor serta dokumen-dokumen lainnya. Bahkan, orang itu menyuruh istri saya untuk meminta cerai, karena orang itu bilang saya merupakan penipu besar," terangnya.

Akibat kejadian itu dirinya mengalami kerugian sekitar Rp 70 juta. Dan telah melaporkan ke Polresta Jambi dengan nomor STPL/B-562/VII/2019/SPKT III/Polresta Jambi tertanggal 26 Juli 2019. (RED)

Reporter : Deni