Heboh! Video Emak-emak Ngaku Kelaminnya Ditendang Polisi, Begini Kata Wakapolres Jakpus

Video berdurasi 18 detik viral di media sosial Twitter. Video itu menayangkan seorang perempuan yang mengaku ditendang polisi. Perempuan yang sedang mengenakan jas hujan tampak mengejar polisi seraya mengucapkan kata-kata kasar. Dia mengaku kelaminnya baru saja ditendang oleh anggota polisi tersebut. 

Heboh! Video Emak-emak Ngaku Kelaminnya Ditendang Polisi, Begini Kata Wakapolres Jakpus
Seorang mak-mak memarahi polisi di dekat lokasi demo. Foto: Sc Video Unggahan Akun @Godliem1

BRITO.ID, BERITA VIRAL - Video berdurasi 18 detik viral di media sosial Twitter. Video itu menayangkan seorang perempuan yang mengaku ditendang polisi.

Perempuan yang sedang mengenakan jas hujan tampak mengejar polisi seraya mengucapkan kata-kata kasar. Dia mengaku kelaminnya baru saja ditendang oleh anggota polisi tersebut. 

Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Setyo Koes Heriyanto mengatakan video tersebut direkam saat aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Gedung DPR/MPR pada Senin (11/4). 

Menurut dia, anggota polisi itu merupakan Aiptu RM yang bertugas mengawal aksi mahasiswa. Saat di lokasi, Aiptu RM melihat sebuah mobil Toyota Innova parkir di Jalan Gatot Subroto.

Dia kemudian mendekati mobil tersebut dan meminta sopir memarkir kendaraanya ke tempat lain agar tidak menimbulkan kemacetan.

"Aiptu RM menegur sopir dan memintanya menggeser mobil," kata Setyo dalam siaran persnya, Minggu (17/4)."

 

Namun, teguran itu tidak direspons dengan baik dan muncul seorang mak-mak langsung memaki Aiptu RM.

“Datang ibu-ibu dan bilang sedang menunggu logistik. Ditegur lagi agar dipindahkan, namun ibu itu marah-marah," ujar Setyo. Anggota polisi yang lain berinisial Iptu W kemudian menghampiri dengan maksud melerai. 

Namun, mak-mak tersebut justru semakin emosi dan melanjutkan makiannya.

"Ibu itu makin marah dan berkata 'polisi dajal, kurang ajar menendang kemaluan saya'. Dia kemudian mengejar Aiptu RM, bergegas Iptu W mengambil motor dan membawa Aiptu RM pergi," kata Setyo. Setyo menegaskan keributan tersebut adalah bentuk provokasi dengan tujuan memancing emosi massa demonstrasi di lokasi. Provokasi tersebut menyebabkan Aiptu RM dan Iptu W dilempari batu oleh massa aksi. Setyo juga menepis anggapan bahwa anggotanya menendang kemaluan ibu tersebut. 

"Kejadian itu sebetulnya tidak ada. Hanya untuk memprovokasi massa," kata dia.

Sumber: jpnn.com

Editor: Ari