Hingga Hari Ini, Sudah Puluhan Buaya yang Dievakuasi dari Penangkaran Terlantar di Muarojambi

Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi, berhasil kembali mengevakuasi sebanyak 4 ekor buaya dari penangkaran terbengkalai yang terletak di Desa Kebon IX, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi.

Hingga Hari Ini, Sudah Puluhan Buaya yang Dievakuasi dari Penangkaran Terlantar di Muarojambi
Proses Evakuasi Buaya dari Penangkaran Terlantar di Muarojambi (ist)

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi, berhasil kembali mengevakuasi sebanyak 4 ekor buaya dari penangkaran terbengkalai yang terletak di Desa Kebon IX, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi. 

Sejak evakuasi yang berlangsung dari tanggal 25 September tahun 2021, BKSDA Jambi sudah menangkap 20 ekor buaya. 

Puluhan ekor buaya itu terdiri dari 17 ekor buaya muara, dan 3 ekor buaya senyulong. Rata-rata usia mereka 30 tahun. Sedangkan panjangnya mencapai sekitar 4,5 meter. 

Proses penangkapan reptil besar ini tidak menggunakan tenaga listrik. Tetapi dengan menggunakan tongkat, dan tali untuk menjerat. 

Selain itu, Tim dari BKSDA Jambi juga menggunakan daging ular untuk memancing buaya mendekati pinggiran kolam. 

Kasi Konservasi Wilayah II BKSDA Jambi, Didi Bangkit Kurniawan menyampaikan mengatakan pihaknya telah melakukan survei ke beberapa kolam untuk meletakan buaya itu. Hasilnya, terdapat satu kolam untuk buaya dinilai layak untuk dihuni 20 sampai 30 ekor buaya. 

"Sebelumnya, kita sudah keliling untuk mencari kolam yang memenuhi persyaratan. Kalau yang ini ada cor beton atau memiliki pagar keliling," kata Didi, Sabtu 2 Oktober 2021.

Perawatan buaya di kolam itu sifatnya sementara. BKSDA Jambi masih mencari lokasi untuk buaya dilepasliarkan atau dibawa ke penangkaran lain.

"Jadi, ke depan akan pindahkan ke penangkaran lain atau dilepasliarkan. Tapi itu tidak mudah," ujarnya. 

Didi menyebutkan, sebelum dilepasliarkan para satwa buas itu bakal melewati serangkaian rehabilitasi, sehingga dapat hidup di alam liar. Lama proses rehabilitasi, juga bergantung pada hasil pemeriksaan petugas medis dari BKSDA Jambi. 

Lebih lanjut, Didi menambahkan tindakan untuk mengevakuasi buaya di penangkaran terbengkalai tadi untuk mencegah konflik antar manusia dan satwa. 

"Satwa dan manusia sama-sama penting. Kita tidak mau masyarakat terancam dengan adanya satwa," pungkasnya. 

Kontributor: Loadry Apryaldo
Editor: Rhizki Okfiandi