Isu Deadlock Bakal Warnai Saat Pemilihan Pendamping Anies Baswedan

Isu Deadlock Bakal Warnai Saat Pemilihan Pendamping Anies Baswedan
Ngopi bareng bersama Riza Patria. (Istimewa)

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - Isu pemilihan wagub yang akan dilaksanakan oleh 106 anggota DPRD bakal deadlock menggelinding di internal kalangan politisi Kebon Sirih.

Isu itu berbarengan dengan sejumlah analisa yang menempatkan kekuatan koalisi pendukung cawagub, Achmad Riza Patria akan mengungguli dukungan yang dimiliki cawagub PKS, Nurmansyah Lubis.

Jika deadlock kembali terjadi hingga 18 bulan sejak ditinggalkan wagub Sandiaga Uno,  maka sesuai dengan UU posisi wagub akan mengalami kekosongan.

“Saya kira Insya Allah pemilihan akan berjalan sesuai dengan jadwal,” ujar Ketua DPD Gerindra DKI, M Taufik dalam acara ngobrol bareng cawagub Achmad Riza Patria di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (31/1/2020).

Menurutnya, tahapan untuk pemilihan wagub sudah dimulai Januari lalu. Awal Februari mendatang, paripurna pengesahan tatib DPRD akan dilanjutkan dengan pembentukan panitia pemilihan, penetapan surat suara, kelengkapan adminstrasi cawagub dan proses lainya.

“Kita yakini Minggu kedua Februari akan selesai tahapan pemilihan wagub di DPRD. Tidak menutup kemungkinan bulan Maret sudah bisa dilakukan pemilihan wagub di dalam sidang paripurna. Jadi tidak perlu risau pemilihan akan deadlock,” beber wakil ketua DPRD DKI itu.

Lebih lanjut, terkait dengan hitung-hitungan peluang cawagub PKS dan Gerindra. MT biasa M Taufik disapa meyakini akan memenangkan pemilihan wagub di DPRD. Hal itu, dikatakan M Taufik hasil komunikasi yang dilakukan dengan sejumlah partai yang akan memiliki hak pilih di paripurna pemilihan wagub.

“Hasil komunikasi dengan fraksi-fraksi di DPRD DKI. Cawagub Gerindra akan mendapatkan 66 dukungan anggota dewan. Kalau PKS sudah mengantongi 40 suara, kami dapat 66 suara jadi lebih unggul. Dan ini bukan asal ngomong,” jelasnya.

Di tempat sama, Cawagub Gerindra, Achmad Riza Patria lebih bersikap merendah dalam menyikapi prediksi dari hasil pemilihan wagub yang akan dilakukan 106 anggota dewan.

“Kalau ada klaim dari pihak PKS sudah mengantongi 40 dukungan dewan,  silahkan saja. Itu kan hak mereka,” sindir Ariza.

Wakil ketua umum DPP Gerindra ini mengungkapkan sangat menghargai proses pemilihan yang akan berjalan di DPRD.”Prinsipnya kalau saya, siapa pun yang terpilih kita dukung. Kita hormati anggota dewan yang punya hak pilih. Berapa pun nanti skornya, kami persilahkan untuk dewan menentukan pilihannya,” ujarnya.

Meski begitu, Ariza mengharapkan agar dalam proses pemilihan nanti. Proses yang dilakukan bisa berjalan dengan musyawarah.

“Di DPR RI saat menentukan pimpinan dewan dilakukan dengan musyawarah. Saya harapkan, jalan musyawarah bisa dilakukan pula dalam menentukan cawagub di DPRD. Tapi, kalau pun harus dilakukan votting, hal itu merupakan cara yang demokratis,” tutupnya.

Sumber: indopolitika.com
Editor: Ari