Jadi Lokasi Isolasi Pasien Covid-19, Gubernur Ingin Rombak RS Zaman Belanda di Batanghari
Bekas Rumah sakit Pertamina yang berada di Kelurahan Bajubang Kecamatan Bajubang Kabupaten Bajubang terakhir difungsikan pada tahun 2009 silam.
BRITO.ID, BERITA JAMBI - Bekas Rumah sakit Pertamina yang berada di Kelurahan Bajubang Kecamatan Bajubang Kabupaten Bajubang terakhir difungsikan pada tahun 2009 silam.
Gubernur Jambi Al Haris berencana untuk kembali memfungsikan bangunan bekas rumah sakit tersebut sebagai tempat isolasi terpusat COVID-19.
Sabtu (10/7/21), Gubernur dan rombongan meninjau langsung kondisi bangunan tersebut. Ternyata, Rumah sakit ini memiliki 4 zal dan diperkirakan bisa menampung sebanyak 120 orang pasien positif Covid-19.
Memang banyak kerusakan pada bangunan tersebut, mulai dari atap yang jebol hingga plafon yang sudah rusak.
Gubernur dan rombongan pun meninjau tiap ruangan yang ada di sana, dan berharap bangunan tersebut bisa direhab dan dibangun kembali sebagai tempat penanganan COVID-19 yang tidak hanya harus ditangani di Kota Jambi.
"Bangunan yang kita lihat ini walau dari jaman Belanda masih cukup baik, kita akan merehab dan akan menambah bangunan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan juga anggaran yang ada. Nanti kita juga akan berbicara dengan Pertamina dan BUMN untuk dana CSR dalam perbaikan dan pembangunan RS ini,” kata Gubernur Jambi Al Haris.
Usai kegiatan peninjauan, Gubernur Al Haris langsung menggelar rapat tindak lanjut penanganan COVID-19 bersama pemerintah Kabupaten Batanghari dan Gugus Tugas COVID-19.
Dalam rapat yang berlangsung di aula rumah dinas Bupati Batanghari ini, Gubernur menegaskan pentingnya sinergitas semua pihak dan mencari solusi bersama dalam rangka memutus mata rantai COVID-19 di Provinsi Jambi.
Al Haris mengemukakan, bahwa pemerintah masih membutuhkan rumah sakit untuk perawatan bagi yang terkontaminasi Covid-19.
“Pemerintah Provinsi Jambi akan berusaha meminjam rumah sakit eks Rumah Sakit Pertamina dijadikan tempat perawatan khusus COVID-19. Rumah sakit ini kita pilih karena lokasi juga strategis di tengah tengah. Tujuan kita agar jangan berkumpul di Jambi, karena berkumpul akan menambah virus,” ujarnya.
Dikatakan Gubernur, lonjakan angka penambahan kasus COVID-19 di tanah air termasuk di Provinsi Jambi yang cukup signifikan membuat khawatir banyak pihak.
“Untuk itu berbagai upaya untuk menekan dan memutus mata rantai penyebaran virus Corona terus diupayakan termasuk menyediakan rumah sakit ini. Rencana Pemerintah akan membeli mobil PCR untuk mempermudah tes bagi masyarakat. Gedung Eks Rumah Sakit Pertamina Bajubang akan dimanfaatkan sebagai tempat rawat pasien Covid-19, karena jauh dari publik, sehingga pasien Covid-19 aman dirawat,” ucapnya.
Menurutnya, Presiden meminta pemerintah daerah untuk menyiapkan sejumlah rencana cadangan yang dapat dieksekusi sewaktu-waktu menyesuaikan dengan kondisi yang terjadi.
"Semua pihak tentunya tidak ingin gelombang kedua pandemik terjadi sehingga benar benar membutuhkan persiapan yang matang untuk menghadapinya. Kita perlu terus siaga menghadapi situasi yang tidak terduga, kalkulasi dan antisipasi semuanya, baik yang namanya rumah sakit darurat, kebutuhan SDM, tempat tidur, tempat tidur isolasi, baik rumah sakit darurat lapangan maupun rujukan,” lanjutnya.
Sementara itu Bupati Batanghari Muhammad Fadil menyampaikan ucapan selamat kepada Gubernur yang baru dilantik dan ini merupakan peninjauan pertama Gubernur ke Kabupaten Batanghari semenjak dilantik.
“Batanghari pada hari ini termasuk zona merah, segala upaya telah dilakukan untuk memutus mata rantai di Batanghari, vaksinasi terus kita lakukan, untuk itu kami perlu bantuan dari pemerintah Provinsi Jambi seperti penambahan vaksin bagi masyarakat, sebab minat masyarakat untuk divaksin banyak,” ujarnya.
Dalam peninjauan ini Gubernur Al Haris didampingi oleh Kapolda Jambi Irjen. Pol. A. Rachmad Wibowo, S.I.K, Danrem 042/GAPU Brigjen TNI M Zulkifli, S I.P, M.M, Ketua DPRD Provinsi Jambi Edi Purwanto didampingi Wakil Ketua DPRD Pinto Jayanegara.
Peninjauan ini juga dihadiri oleh Bupati Batanghari M Fadhil Arief, SE , Ketua DPRD Batanghari Anita Yasmin, dan Forkompimda Kabupaten Batanghari juga dari pihak SKK Migas.
Penulis: Raden Romi
Editor: Rhizki Okfiandi
