Kampanye Saling Sindir, Tidak Etis Cenderung Retorika Negatif!

Saling sindir dalam kampanye politik seringkali dilihat dari sudut pandang etika yang meremehkan. Etika dalam konteks politik mencakup prinsip-prinsip moral dan perilaku yang diharapkan dari para pemimpin dan kandidat politik.

Kampanye Saling Sindir, Tidak Etis Cenderung Retorika Negatif!
H Andriansyah dan H Zulfikar Achmad. (Ist/brito.id)

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Saling sindir dalam kampanye politik seringkali dilihat dari sudut pandang etika yang meremehkan. Etika dalam konteks politik mencakup prinsip-prinsip moral dan perilaku yang diharapkan dari para pemimpin dan kandidat politik.

"Saling sindir dalam kampanye politik dapat dianggap tidak etis karena hal itu cenderung menciptakan suasana yang penuh dengan retorika negatif, memuat yang tidak sehat, serta mengarah pada polarisasi masyarakat. Ini sering kali melibatkan penggunaan pernyataan atau iklan yang lebih fokus menyerang lawan politik daripada membahas isu-isu substansial," ungkap H Andriansyah, M.Si Politisi PAN Jambi.

Dalam konteks etika politik, terdapat beberapa pertimbangan seperti kampanye berbasis fakta dan kebenaran, bukan menyerang lawan politik dengan tuduhan atau informasi palsu atau yang tidak curang merupakan pelanggaran terhadap etika politik. Kampanye seharusnya didasarkan pada fakta yang jelas dan informasi yang dapat dibenarkan.

Kemudian etika politik menekankan pentingnya fokus kampanye pada diskusi tentang isu-isu substantif dan perbedaan ideologi antara partai atau kandidat. Ini membantu pemilih untuk membuat keputusan berdasarkan pengetahuan yang baik tentang gagasan dan rencana yang dibuat.

"Etika politik menyangkut penghormatan terhadap lawan politik dan proses demokrasi secara keseluruhan. Saling menganut perbedaan pandangan politik yang merupakan aspek penting dari etika politik yang sehat. Jadi ayo mulai sekarang cukup dengan adu gagasan saja dan ide-ide untuk meraih simpati konstituen, bukan menyebarkan fitnah, hoax dan lainnya," tegas Caleg PAN dapil Bungo Tebo Nomor 5 Ini. 

Ada baiknya, caleg menghindari upaya untuk merusak reputasi lawan politik atau menyebarkan informasi yang tidak benar atau tidak terbukti merupakan prinsip etika yang penting dalam kampanye politik.

Dalam praktiknya, para pemimpin politik dan kandidat hendaknya mempertimbangkan bahwa kampanye yang didasarkan pada ideologi, program, dan solusi untuk masalah yang dihadapi masyarakat, tanpa menyerang pribadi lawan politik, lebih sesuai dengan etika politik yang baik.

"Menyampaikan pesan secara konstruktif, fokus pada visi, serta menawarkan solusi konkret bagi permasalahan yang dihadapi masyarakat akan lebih membangun dan sesuai dengan prinsip-prinsip etika dalam politik," pungkasnya. (redaksi)