Kapolres Bungo Kawal Langsung Alat Berat di Malam Hari, Pastikan Tak Digunakan untuk PETI

Kapolres Bungo Kawal Langsung Alat Berat di Malam Hari, Pastikan Tak Digunakan untuk PETI
Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono (kanan) saat memeriksa surat kelengkapan alat berat yang dibawa. (n.eko)

BRITO.ID, BERITA BUNGO – Isu aktivitas alat berat yang beroperasi di malam hari dan diduga terkait Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) akhirnya ditanggapi langsung oleh Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah turun langsung ke lapangan bersama tim gabungan untuk memastikan alat berat tersebut memiliki dokumen resmi dan tidak digunakan untuk aktivitas ilegal.

Dalam keterangannya, AKBP Natalena Eko Cahyono menjelaskan bahwa alat berat yang dimaksud memiliki surat jalan atas nama seseorang berinisial H, warga Rantau Duku, Kabupaten Bungo. 

“Jadi alat berat ini ada surat jalannya, kepada inisial H, alamatnya di Rantau Duku,” kata Kapolres Bungo, Rabu malam (29/10).

Menurutnya, langkah pengawalan dilakukan untuk memastikan alat berat tersebut benar-benar menuju ke lokasi yang sesuai dengan dokumen pembelian dan tidak disalahgunakan untuk kegiatan PETI. 

“Yang kami lakukan bersama tim Polres, Polsek, dan rekan media adalah mengawal alat berat ini sesuai dengan tujuannya. Kalau alasannya untuk staking lahan, maka kami minta agar dipastikan terlebih dahulu. Berdasarkan data awal, inisial H ini membeli alat berat jenis merek Liugong,” jelasnya.

Kapolres menambahkan, pihaknya sengaja melakukan pendampingan langsung di lapangan sebagai bentuk antisipasi agar alat berat tersebut tidak dialihkan untuk aktivitas penambangan emas ilegal di wilayah Bungo.

“Maka dari itu saya bersama tim ingin memastikan bahwa alat berat ini sampai di alamat yang membeli. Jadi sambil jalan-jalan, sambil di Sungai Telang nanti kami akan melihat keadaan di sana, termasuk lokasi-lokasi yang diduga ada aktivitas PETI seperti di Rantau Pandan, Sungai Telang, dan sekitarnya,” ujarnya.

Langkah cepat Kapolres Bungo ini mendapat apresiasi dari sejumlah pihak, termasuk masyarakat yang sebelumnya menyoroti aktivitas alat berat pada malam hari melalui grup WhatsApp “Forum Peduli Perubahan”. Sebelumnya, isu itu sempat memicu keresahan warga karena dianggap berpotensi terkait aktivitas tambang ilegal.

Dengan pengawalan langsung tersebut, pihak kepolisian ingin memastikan transparansi dan mencegah kecurigaan publik terhadap penggunaan alat berat di wilayah rawan aktivitas PETI. Polres Bungo juga menegaskan komitmennya untuk terus menindak tegas setiap bentuk penambangan ilegal yang merusak lingkungan dan mengancam keseimbangan ekosistem sungai.

Reporter: Ari Widodo

Editor: Brito.D Official  

Sumber: Wawancara bersama Kapolres Bungo dan laporan lapangan