Kasus Pemukulan oleh Oknum Pol PP Jambi Saat PPKM, Polisi: Penegakan Yustisi Harus Humanis dan Tidak Arogan!

Kasus dugaan pemukulan yang dilakukan oleh oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jambi terhadap Pandi, saat penertiban Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro belum lama ini berakhir damai.  Direktur Reskrimum Polda Jambi, Kombes Pol Kaswandi Irwan mengatakan, bahwa dirinya telah menerima laporan mengenai proses perdamaian itu, kedua belah pihak sepakat untuk berdamai.

Kasus Pemukulan oleh Oknum Pol PP Jambi Saat PPKM, Polisi: Penegakan Yustisi Harus Humanis dan Tidak Arogan!
Penyelesaian kasus pemukulan oleh Oknum Satpol PP saat PPKM di Kota Jambi. (Loadry Apryaldo)

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Kasus dugaan pemukulan yang dilakukan oleh oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jambi terhadap Pandi, saat penertiban Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro belum lama ini berakhir damai. 

Direktur Reskrimum Polda Jambi, Kombes Pol Kaswandi Irwan mengatakan, bahwa dirinya telah menerima laporan mengenai proses perdamaian itu, kedua belah pihak sepakat untuk berdamai.

“Benar, tadi saya sudah dapat laporan mengenai perdamaian kasus tersebut, perdamaian itu inisiasi dari kedua pihak setelah melakukan beberapa kali mediasi sebelumnya, pelapor mencabut laporannya,” kata Kaswandi, Jum'at (23/7). 

Kaswandi menegaskan, proses perdamaian ini tidak serta merta menghentikan proses penyelidikan. Nantinya, proses perdamaian akan dipertimbangkan penyidik dalam melakukan gelar perkara.

“Proses perdamaian ini masih kita pertimbangkan, apakah nanti akan kita terapkan Restorative Justice terhadap kedua pihak ini, namun saya menegaskan bahwa apa yang dilakukan oleh oknum anggota Satpol PP itu tidak dapat dibenarkan, terlepas dari adanya proses perdamaian ini,” tegasnya.

Kendati demikian, pihaknya akan menyampaikan hasil penyelidikan pihaknya ke Wali Kota Jambi dan Kepala Satpol PP Kota Jambi, agar oknum ini dapat diproses secara internal dan menjadi catatan bagi petugas yang lain.

“Penegakan yustisi itu, sesuai dengan arahan Bapak Presiden harus dilakukan secara tegas tetapi juga humanis dan tidak arogan, saya berharap kasus seperti ini walaupun masuk dalam tindak pidana ringan tidak terjadi lagi kedepannya,” jelasnya. 

Kontributor: Loadry Apryaldo
Editor: Ari