Kegiatab Subling Sarolangun, Kabag Kesra Sebut Masih Banyak Pejabat tak Taat

Kegiatab Subling Sarolangun, Kabag Kesra Sebut Masih Banyak Pejabat tak Taat
Kabag Kesra Pemkab Sarolangun Puadi (Arfandi S/BRITO.ID)

BRITO.ID,BERITA SAROLANGUN - Pemerintah Kabupaten Sarolangun yang terus melaksanakan kegiatan sholat subuh keliling (Subling).

Setiap pelaksanaan subling ini, Pemkab Sarolangun memberlakukan absensi bagi para pejabat yang hadir baik pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemkab Sarolangun.

"Untuk eselon II itu hampir 100 persen Bagus pelaksanaannya, eselon III sekitar 90 persen, dan masih banyak bermasalah itu di tataran eselon IV, ada beberapa OPD yang anak buahnya itu tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan," kata Kabag Kesra Puadi (02/01/2020).

Katanya, selain melakukan evaluasi diakhir tahun, pihaknya juga melakukan evaluasi subling tersebut selama tiga bulan sekali (Pertriwulan). Akan terlihat, mana pejabat yang rajin melaksanakan subling tersebut hingga pejabat yang malas, artinya masih jauh dibawah standar.

"Semuanya kita evaluasi dan kita sampaikan kepada bapak bupati, Wakil Bupati dan juga BKPSDM, agar tidak ada yang dirugikan. Tujuan kita bukan untuk merugikan seseorang atau membuat kehilangan jabatan, tapi tujuannya untuk benar-benar mendukung gerakan yang luar biasa ini untuk mengajak kebaikan, sholat tepat waktu agar keberkahan hidup bisa diraih," katanya.

"Selama 12 bulan pada tahun 2019 ini, semuanya sudah kita rekap, dan tentunya disampaikan kepada bapak Bupati dan BKPSDM," katanya.

Ia juga menjelaskan selama ini, Bupati dan Wakil Bupati Sarolangun sudah memberikan teguran baik secara tertulis ataupun lisan, kepada para pejabat yang malas dalam melaksanakan kegiatan subling ini.

"Bahkan pak Bupati turun langsung ke bebepera OPD bagi pegawai yang tidak mendukung kegiatan subling ini begitu juga dengan pak Wabup yang turun agar mereka merubah perilakunya," katanya.

Di tahun 2020 kedepan, ia berharap seluruh pejabat yang ada di lingkungan Pemkab Sarolangun untuk meningkatkan kesadaran dalam mendukung program yang mulia tersebut. Sebab, ia berharap dengan adanya kesadaran, bisa saja nanti pemberlakuan absensi kehadiran tidak akan dilaksanakan lagi.

"Kita akan kembali masuk 2020, kita harap subling ini kedepan bukan lagi semacam tertekan atau keterpaksaan, melainkan sebagai sebuah kebutuhan, atas panggilan hati sebagai kebutuhan, dan merasakan kenikmatan melaksanakan subling ini, karena apabila sudah suatu kebutuhan akan menjadi suatu kenikmatan, kalau tidak dilakukan shubling ini kita merasa ada kehilangan, "katanya.

"Kalau sudah ada kesadaran itu tumbuh, itu tidak pakai absen lagi. Alhamdulillah lambat laun nanti akan menuju kearah sana kedepannya. Sudah 246 mesjid yang dikunjungi, terakhir di mesjid alfalah. Dan kemudian akan dilanjutkan ke mesjid di desa Batu Ampar, Kecamatan Pauh pada kegiatan subling ke 247 kalinya," pungkasnya.

Penulis: Arfandi S

Editor: Rhizki Okfiandi