Kelelawar Buah Diklaim Peneliti Bisa jadi Kandidat Obat Penangkal Corona

Para peneliti di dunia saat ini berlomba-lomba mencari obat penangkal virus corona Covid-19. Kelelawar buah diklaim sejumlah peneliti bisa menjadi salah satu obatnya.

Kelelawar Buah Diklaim Peneliti Bisa jadi Kandidat Obat Penangkal Corona
ILUSTRASI. Kelelawar buah menjadi kandidat obat penangkal corona. (pixabay)

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - Para peneliti di dunia saat ini berlomba-lomba mencari obat penangkal virus corona Covid-19. Kelelawar buah diklaim sejumlah peneliti bisa menjadi salah satu obatnya.

Dilansir dari suara.com, sebuah tim peneliti multinasional mengklaim berhasil menemukan sebuah gen inhibitor atau gen penghambat yang bisa membantu pengembangan obat antivirus untuk COVID-19.

Baca Juga: Kabar Baik! Luhut Sebut Corona Tak Kuat Hidup di Cuaca Panas Indonesia

Dalam sebuah riset yang terbit online Senin (1/4/2020), peneliti dari China, Singapura, dan Amerika Serikat membeberkan bahwa carolacton, sebuah penghambat gen dalam tubuh kelelawar, bisa menghentikan infeksi SARS-CoV-2, virus corona baru pemicu COVID-19.

Penelitian itu tayang di bioRxiv, sebuah server online tempat penelitian yang belum terbit dan menunggu untuk di-review dipajang, demikian diwartakan oleh South China Morning Post.

Para peneliti berasal dari Universitas Tsinghua, Pusat Kendali dan Pencegahan Penyakit China, National University of Singapore, dan Duke University, AS.

Baca Juga: Update Corona di Indonesia Hari Ini: Total Positif 1.790 Meninggal Dunia, 170 Orang, 112 Sembuh

Dalam studi itu para ilmuwan meneliti fungsi-fungsi gen pada kelelawar buah dan menemukan bahwa carolacton menghambat MTHFD1, gen kunci yang bertanggung jawab atas produksi purine - elemen yang sangat penting dalam mendukung perkembangbiakan virus pada tubuh kelelawar maupun manusia.

MTHFD1 dinilai bisa menjadi target potensial dalam mengembangkan antivirus untuk mengobati berbagai penyakit akibat virus dengan RNA untai ganda, termasuk COVID-19. Para peneliti berasal dari Universitas Tsinghua, Pusat Kendali dan Pencegahan Penyakit China, National University of Singapore, dan Duke University, AS.

Baca Juga: Luhut: Jadi Kami Imbau, Kalau Anda Mudik Pasti Bawa Penyakit, Hampir Pasti Bawa Penyakit!

Dalam studi itu para ilmuwan meneliti fungsi-fungsi gen pada kelelawar buah dan menemukan bahwa carolacton menghambat MTHFD1, gen kunci yang bertanggung jawab atas produksi purine - elemen yang sangat penting dalam mendukung perkembangbiakan virus pada tubuh kelelawar maupun manusia.

MTHFD1 dinilai bisa menjadi target potensial dalam mengembangkan antivirus untuk mengobati berbagai penyakit akibat virus dengan RNA untai ganda, termasuk COVID-19. (red)

Sumber: suara.com