Kemanjuran Vaksin Sinovac di Brazil dan Turki Berbeda, Begini Jawaban BPOM

Brasil Dan Turki memiliki Perbedaan Data Mengenai efikasi ATAU kemanjuran Vaksin virus corona Buatan Sinovac. Hal ini pun mengundang publik.

Kemanjuran Vaksin Sinovac di Brazil dan Turki Berbeda, Begini Jawaban BPOM
Penny K Lukito. (Istimewa)

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - Brasil Dan Turki memiliki Perbedaan Data Mengenai efikasi ATAU kemanjuran Vaksin virus corona Buatan Sinovac. Hal ini pun mengundang publik.

Kendati demikian, Kepala BPOM Penny K. Lukito mengatakan perbedaan hasil dari uji klinis vaksin dari dua negara tersebut menurutnya tidak bisa dibandingkan.

Hal ini karena adanya jumlah subyek, pemilihan subyek, subyek karekteirstik, dan kondisi lingkungan masing-masing negara.

“Walaupun ada perbedaan nilai, efikasi, yang mengatur persyaratan dari WHO adalah lebih dari 50 persen maka efikasi sudah memenuhi syarat,” katanya saat memenuhi pers, Jumat (8/1/2021).

Data ini pun kata Penny bisa menjadi pertimbangan untuk segera menerbitkan izin penggunaan darurat (EUA) vaksin Sinovac yang di Indonesia. Saat ini, BPOM masih menunggu data interim 3 bulan dari Bandung.

"Kalau itu sudah kami dapatkan kami akan evaluasi, termasuk data aspek keamanan, khasiat, imunogenisitas, netralitas, dan efikasi, lalu dengan segera kami berikan EUA-nya," jelas Penny.

Turki, telah terlebih dahulu melakukan pemeriksaan kemanjuran vaksin pada 25 Desember 2020 lalu. Pemerintah setempat, CoronaVac menunjukkan kemanjuran 91,25 persen dalam uji klinis Fase III di Turki. Bahkan, mereka menyatakan data itu bisa meningkat, dengan evaluasi dari Komite Ilmiah.

Sementara itu, Brasil merilis vaksin eksperimental yang dikembangkan Sinovac Biotech Ltd. China mencatatkan tingkat keefektifan hingga 78 persen dalam melawan Covid-19.

Data tersebut diperoleh dari uji klinis tahap akhir di Brasil. Capaian tersebut menjadi hasil paling pasti sejauh ini terkait keefektifan vaksin. Data tersebut mengikuti data sebelumnya yang mengikuti jawaban dan keraguan.

Sumber: Bisnis.com
Editor: Ari