Kerap Peras Nelayan, 2 Perompak Ini Diamankan Tim Ditpolairud Polda Jambi

Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jambi berhasil mengamankan dua orang tersangka diduga melakukan aksi premanisme di wilayah perairan ambang luar, Kampung Laut, Kabupaten Tanjab Timur.

Kerap Peras Nelayan, 2 Perompak Ini Diamankan Tim Ditpolairud Polda Jambi
Konferensi Pers yang Dilaksanakan Polda Jambi dan Ditpolairud (ist)

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jambi berhasil mengamankan dua orang tersangka diduga melakukan aksi premanisme di wilayah perairan ambang luar, Kampung Laut, Kabupaten Tanjab Timur.

Direktur Ditpolairud Polda Jambi, Kombes Pol Pahorian Lumban Gaol mengatakan, bahwa dalam penangkapan pihaknya melakukan undercover dari Sabtu (7/8). 

Pada Minggu pagi (8/8) sekitar pukul 06.00 WIB pihaknya mendapati dua orang yang sedang melakukan aksi premanisme menggunakan kapal pompong.

“Tersangka berinisial FR dan SA warga Kampung Laut, Tanjab Timur. Dua tersangka langsung kita amankan ke kantor Polairud Polda Jambi,” katanya, Senin (9/8). 

Gaol menjelaskan, aksi premanisme yang dilakukan oleh dua tersangka dengan cara melakukan barter barang kepada kapal yang melintas di wilayah perairan ambang luar, Kampung Laut, Kabupaten Tanjab Timur. 

Namun, barter tersebut tidak sesuai dengan barang yang ditukarkan. Jika tidak diberikan, para tersangka melakukan pengancaman terhadap para korban.

“Tersangka ini sudah melakukan aksinya beberapa kali. Pelaku mengancam tidak menggunakan senjata tajam tapi dalam pompong pelaku terdapat sebilah senjata tajam yakni parang,” jelasnya.

Gaol mengungkapkan, kedua tersangka tersebut telah melakukan aksinya selama dua bulan terakhir. Hingga saat ini, hanya kedua tersangka yang diamankan beserta barang bukti bahan bakar jenis solar sebanyak 40 liter, satu buah pompong dan senjata tajam.

Gaol menerangkan, bahwa hasil dari bahan bakar solar yang didapatkan, kemudian dijual tersangka kepada warga yang menggunakan kapal kecil. Untuk sebagian ada juga digunakan untuk pompong mereka sendiri.

“Kita masih menyelidiki dan mendalami apakah ada pihak lain yang terlibat. Namun, dengan tertangkapnya dua orang ini untuk membuat efek jera aksi premanisme di perairan Jambi,” terangnya. 

Dikatakannya, satu tersangka diantara keduanya, yakni FR merupakan mantan satpam atau security dari satu diantara perusahaan. FR sendiri mengundurkan diri dan memilih menjadi preman kapal di perairan Kampung Laut tersebut. 

"Benar, satu pelaku merupakan mantan satpam, dan mengaku baru beraksi dua bulan terakhir," ungkapnya. 

Sementara itu, FR ketika diwawancarai awak media mengatakan, dirinya mengaku dan nekat menjadi preman kapal atas kemauan sendiri tanpa ada paksaan dari siapapun. 

"Kemauan sendiri bang mundur dari satpam, dan baru pertama inilah saya melakukan aksi ini bang," akunya. 

Lebih lanjut, Gaol mengimbau kepada warga perairan khususnya yang berada di wilayah Ditpolairud Polda Jambi, apabila ada gangguan Kamtibmas jangan segan untuk memberikan informasi dan melapor.

“Saya meminta kepada warga sekitar perairan juga untuk tidak mengganggu lalu lintas perairan di wilayah Jambi,” himbaunya.

Guna pemeriksaan lebih lanjut, saat ini kedua tersangka telah diamankan di Mako Polairud Polda Jambi beserta sejumlah barang bukti. 

Kontributor: Loadry Apryaldo
Editor: Rhizki Okfiandi