Kesulitan Cari Pemakaman, Warga Jaluko Muarojambi Ini Usulkan TPU Kristen

Kesulitan Cari Pemakaman, Warga Jaluko Muarojambi Ini Usulkan TPU Kristen
Ratusan Masyarakat Yang Hadir di Reses Anggota DPRD Muarojambi (Raden Romi/BRITO.ID)

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Kehidupan masyarakat di Kecamatan Jambi Luar Kota cukup Plural. Pemeluk agama tinggal berdampingan tanpa pernah terjadi gesekan.

Saat reses anggota DPRD PDIP Muarojambi Sumarsen Purba di Desa Simpang Sungaiduren Sabtu (15/2/20), warga di sana menyampaikan usulan yang baru perdana disampaikan.

Umat Kristiani di sana mengusulkan pengadaan lahan untuk Tempat Pemakaman Umum (TPU) kristen di Kecamatan Jaluko. Usulan tersebut dicetuskan oleh Ratna, warga RT 01 Desa setempat.

"Selama ini, warga kristen yang meninggal dimakamkan di TPU Kota Jambi. Jaraknya cukup jauh. Harapan kita, di Muarojambi ini juga sudah harus disediakan TPU seperti yang di Kota Jambi," kata Ratna, Sabtu.

Ratna mengatakan, warga beragama kristen di Desa Simpang Sungaiduren maupun yang tersebar di desa-desa dalam wilayah Kecamatan Jambi Luar Kota, terus bertambah dan semakin ramai.

Karena itu, warga umat beragama kristen sangat berharap kepada pemerintah agar ke depan dapat menyediakan TPU Kristen.Pasalnya, Pemkab Muarojambi selama ini belum pernah mengadakan lokasi Tempat Pemakaman Umum bagi warga yang beragama kristen.

Padahal, TPU itu penting untuk diadakan sebagai tempat peristirahatan terakhir bagi warga kristen yang meninggal dunia.

"Kecamatan Jaluko ini semakin padat, kalau tidak segera maka lokasinya akan sulit didapat," ujarnya.

Anggota DPRD Muarojambi, Sumarsen Purba mengatakan usulan dari warga beragama kristen ini baru pertama kali disampaikan.

Selama ini belum pernah ada usulan dari umat kristen yang ada di Muarojambi terkait pengadaan TPU Kristen.

"Usulan seperti ini belum pernah disampaikan, yang jelas aspirasi ini akan saya serap dan saya sampaikan di paripurna dewan nantinya," kata pria yang menjabat Ketua Fraksi PDI-P DPRD Muarojambi ini.

Kepala Desa Simpang Sungaiduren, Madun yang turut serta hadir dalam reses itu menjelaskan bahwa usulan dari warga beragama kristen itu sudah cukup sering disampaikan. Namun, untuk mencari lokasi lahan TPU itu bukan perkara mudah.

"Menentukan lokasi itu tidak mudah. Terlalu dekat pemukiman, orang jadi takut. Kalau terlalu jauh, nggak bagus juga," katanya.

Kades Madun berharap usulan dari warganya itu dapat disampaikan ke Pemkab Muarojambi agar nantinya Pemkab yang mengadakan TPU tersebut.

"Warga di Simpang Sungaiduren ini mencapai 3400 jiwa. Di desa kami ini cuman ada tiga agama. Islam, Kristen dan Khonghucu. Jadi mohon agar usulan warga kami itu dapat diperjuangkan di Kabupaten," ujarnya.

Penulis: Raden Romi

Editor: Rhizki Okfiandi