Catat, Muarojambi Kebagian 3.400 Vaksin Sinovac

Kabupaten Muarojambi kebagian 3.400 dosis vaksin COVID-19 Sinovac. Rencananya, kegiatan pemberian vaksin tersebut bakal dilaksanakan pada Kamis 14 Januari mendatang.

Catat, Muarojambi Kebagian 3.400 Vaksin Sinovac
Kabid P2P Dinkes Muarojambi Apippudin (Raden Romi/BRITO.ID)

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Kabupaten Muarojambi kebagian 3.400 dosis vaksin COVID-19 Sinovac. Rencananya, kegiatan pemberian vaksin tersebut bakal dilaksanakan pada Kamis 14 Januari mendatang.

"Iya kita bakal menerima 3.400 dosis untuk Muarojambi," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Muarojambi Yes Isman melalui Kabid P2P-nya Afif Udin Senin (11/1/21).

Kata Afif, 3.400 dosis tersebut bakal disuntikkan ke para Nakes di Muarojambi. Untuk pencanangan, 11 orang akan divaksin terlebih dahulu yang terdiri dari perwakilan unsur Pemda, Forkompimda, organisasi profesi dan organisasi kemasyarakatan termasuk MUI. 

Nantinya, siapa yang akan divaksin untuk pencanangan tersebut ditentukan oleh pemerintah pusat dan akan dikirim melalui pesan pendek atau SMS. 

"Untuk 11 nama pencanangan atau yang divaksin perdana  ini ditentukan oleh  pemerintah pusat yang dikirimkan melalui SMS namanya SMS sebelas. Untuk tahap pertama ini memang yang akan divaksin hanya untuk Kota Jambi dan Muarojambi terlebih dahulu," kata Afif.

Vaksin 3.400 dosis tersebut akan divaksinasi ke-1.700 orang. Setiap orang rencananya akan divaksin sebanyak dua kali dengan interval waktu 2 Minggu.

"Satu orang dua kali dosis dengan interval dua minggu. Jadi kalau 3.400 dibagi dua itu 1.700 orang. Jadwalnya seperti itu," kata Afif.

Namun tentunya, sehari sebelum divaksin sudah dilakukan atau di-screening kelayakan penerima vaksin. Kelayakan medisnya penerima vaksin, karena ada beberapa kriteria yang tidak bisa diberi vaksin. 

"Yang tidak layak divaksin itu adalah orang yang memiliki beberapa riwayat penyakit. Mulai dari penyakit auto imun sistemik, orang dengan infeksi akut, penyakit gagal ginjal, dan beberapa penyakit lainnya," kata Afif.

Penulis: Raden Romi
Editor: Rhizki Okfiandi