Lapor Pak Bupati Syahirsah! Warga Keluhkan Jalan Desa Rambutan Masam Hancur

Lapor Pak Bupati Syahirsah! Warga Keluhkan Jalan Desa Rambutan Masam Hancur

BRITO.ID, BERITA BATANGHARI - Semenjak masa kepemimpinan Bupati Batanghari H Sinwan SH hingga Bupati Ir H Syahirsah SY, ada satu desa di Kecamatan Muara Tembesi kurang mendapat perhatian. Terutama kondisi infrastruktur jalannya. 

Padahal Kecamatan Muara Tembesi adalah kampungnya Bupati Syahirsah. Warga mengeluhkan kondisi jalan di desanya. Hambali, salah seorang warga setempat misalnya.

  BACA JUGA
Pertambangan Penyumbang Terbesar Nilai Ekspor Jambi

  BACA JUGA
Pemilu 2019 KPU Provinsi Jambi Targetkan 77,5 Persen Partisipasi Pemilih

Dia mengeluhkan jalan yang ada di Desa Rambutan Masam sepanjang kurang lebih hampir 5 kilometer hancur sejak tiga tahun lalu. Dan hancurnya jalan tersebut gara-gara ada pembangunan jalan di Dusun Tanjung Pasir, Desa Rambutan Masam. Saat penimbuan jalan itu, semua truk pengangkut tanah melewati jalan aspal Desa Rambutan Masam.

"Gara - gara membangun jalan di ujung desa (Dusun Tanjung Pasir) jalan kita ini hancur. Aspalnya mengangkat sampai telihat tanah. Akibat itu banyak jalan berlubang, becek saat hujan dan berdebu saat panas," katanya. 

Menurut Hambali, Pemkab Batanghari terkesan tidak peduli dengan keluhan masayarakat Desa Rambutan Masam. Padahal keluhan tersebut sudah berulang kali disampaikan ke Pemkab. 

"Kita sudah sering menyampaikan keluhan, terutama masalah jalan di desa  kami ini. Apakah karena kami memang tidak diperhatikan Pemkab lagi, sehingga keluhan masyakat diabaikan," sesal Hambali, Selasa (18/9). 

Dia mengakui untuk saat ini memang tidak ada anggota dewan yang duduk di DPRD Batanghari untuk membantu aspirasi masyakarat. "Kita bisa bersuara hanya melalui media," katanya. 

Masyakat merasa Desa Rambutan Masam seperti di anak tirikan. Sebab di desa lain saat ini terus membangun jalan. Padahal Rambutan Masam masih dalam Kecamatan Muara Tembesi yang juga kampungnya Bupati Syahirsah. "Padahal Rambutan Masam termasuk kampung bupati juga, karena masih wilayah Tembesi. Lihat Desa Rantau Kapas Mudo saat ini bangun beton rabat, memang anggaran APBN.  Tapi kan itu atas pejuangan Pemkab Batanghari juga," timpal Hambali.

Kontributor: Syahreddy