Lilik Rela Naik Motor dari Jambi ke Saudi, Kini Berada di India
BRITO.ID, BERITA NEW DELHI - Banyak cara menuju Arab Saudi dari Indonesia, salah satunya naik sepeda motor. Cara itulah yang ditempuh Lilik Gunawan bersama anaknya yang baru berusia 4 tahun, Achmadi Balda. Keduanya mulai naik motor dari Jambi menuju Saudi sejak 8 Mei 2019.
Ditemui saat singgah di KBRI New Delhi, India, Senin (19/8/2019), Lilik membagikan cerita perjalanannya bersama Balda sejak berangkat dari Jambi. Anggota DPRD Kabupaten Merangin Jambi ini mengendarai motor ke Saudi karena harus menemui banyak orang untuk penulisan buku yang sedang dikerjakannya 'Write for Mom' yang disebutnya berisi seribu pesan cinta untuk ibu.
Lilik mengawali perjalanan dari Jambi menuju ke Jawa lalu ke Kalimantan. Perjalanan bersama anaknya ini ditempuh demi menemui berbagai narasumber untuk melengkapi bukunya.
"Kenapa harus ke Kalimantan, nggak ke Johor langsung karena dari Jambi sebenarnya kan lebih dekat. Ya karena banyak hal menarik tentang cinta yang menurut saya harus saya cari, temui dan bukukan. Makanya waktunya ini lama," ucap Lilik.
Dia mengatakan sengaja mengambil izin cuti cukup panjang jelang habis masa jabatan agar bisa menempuh perjalanan darat ke Saudi. Lilik mengatakan tujuan utamanya ialah bisa bertemu atau menyerahkan hasil tulisannya ke Raja Salman dan berharap mendapat undangan haji dari Raja Salman bagi ibunya.
"Tujuannya ke Saudi mau nemui Raja Salman kemudian menukarkan buku Write for Mom yang berisi pesan cinta untuk ibu dengan undangan haji untuk ibu saya dan ibunya Balda, istri saya, itu tujuan akhirnya," ujar Lilik.
Sebenarnya ada juga, perjalanan yang tak ditempuh lilik lewat darat karena memang terputus oleh laut ataupun karena kondisi negara sedang tidak aman. Dia pun harus menerbangkan sepeda motornya dengan pesawat kargo atau kapal laut.
Dia menyebut ada sejumlah perizinan yang harus diurus agar dia, anaknya dan motornya bisa melintas di suatu negara. Antara lain, visa dan canet de passages yakni izin agar motor bisa melintas di sebuah negara.
Tapi carnet di beberapa ada juga yang tidak mau. Thailand itu kita harus urus custom declare, di Myanmar namanya permit. Nah di India bisa carnet," ucapnya.
Lilik juga harus menjaga agar kondisi motornya tetap baik untuk dikendarai. Setidaknya, Lilik sudah empat kali servis motor dan satu kali ganti ban. Dia juga menyiapkan berbagai perlengkapan seperti pakaian, tenda dan obat-obatan. Dia menyebut banyak sesama pemotor di berbagai negara yang membantu mulai dari bahan bakar, penginapan, hingga servis sehingga biaya yang dikeluarkannya lebih sedikit.
"Mereka banyak bantu kita. Akhirnya jadi ringan dan menyenangkan," ucapnya.
Lilik rencananya berada di New Delhi selama dua hari sebelum melanjutkan perjalanan ke Pakistan. Nantinya, Lilik bakal naik kapal dari Iran ke Dubai sebelum melanjutkan perjalanan darat dari Dubai ke Saudi.
"Ini nanti terus sampai di Iran sebenarnya ada jalan darat lewat Irak dan Afghanistan. Cuma karena wilayah konflik dan terlalu jauh juga, waktu saya nggak ada lagi saya naik kapal aja. Dari Iran, dari Bandar Abbas itu sekitar 14 jam ke Dubai. Habis itu dari Dubai jalur darat ke Saudi," ucapnya.
Dari Jambi ke New Delhi, kata Lilik, dirinya sudah mengeluarkan biaya sekitar Rp 12 juta. Lilik mengatakan bantuan yang banyak diterimanya sangat membantu. Bahkan, ada juga orang-orang yang memberi uang saku buat anaknya, Balda, selama perjalanan.
"Dia juga banyak dikasih duit sama banyak orang. Yang dikasih ke dia, sama yang saya keluarin banyak dapat dia. Ya buat jajan dia. Kemarin juga kayak di Thailand, biaya servis, makan, ganti spare part dibayarin sama mahasiswa Indonesia di sana. Kita nggak boleh sama sekali keluar uang," ucapnya seperti dilansir detikcom. (RED)