MA Vonis Nuril 6 Bulan Bui, Karir Haji Muslim Jeblok dan Keluarga Malu!

MA Vonis Nuril 6 Bulan Bui, Karir Haji Muslim Jeblok dan Keluarga Malu!

BRITO.ID, BERITA MATARAM - Rakyat mengecam putusan Mahkamah Agung (MA) yang memenjarakan Baiq Nuril karena merekam percakapan mesum Kepsek SMAN 7 Mataram, H Muslim. Namun bagi MA, perbuatan Baiq telah membuat keluarga besar H Muslim malu.

"Akibat perbuatan terdakwa, karir Haji Muslim sebagai kepala sekolah terhenti. Keluarga besar malu dan kehormatannya dilanggar," demikian alasan pertimbangan kasasi sebagaimana dilansir website MA, Jumat (14/12).

Putusan itu diketok oleh ketua majelis Dr Sri Murwahyuni dengan anggota MD Pasaribu dan Eddy Army. Alasan di atas pula lah yang menjadikan majelis kasasi mengubah hukuman bebas Baiq menjadi hukuman penjara selama 6 bulan. Menurut MA, perekaman yang dilakukan Baiq Nuril terhadap Haji Muslim melanggar hak asasi manusia.

"Diharapkan dapat menjadi pembelaharan bagi terdaka pada khususnya, maupun masyarakar Indonesia pada umumnya, agar dapat lebih berhati-hati dalam memanfaatkan dan menggunakan media elektronik. Terlebih lagi yang menyangkut data pribadi seseorang atau pun pembicaraan antarpersonal. Di mana pemanfaatan dan penggunannya harus dilakukan atas persetujuan orang yang bersangkutan," papar majelis dengan suara bulat.

MA menyatakan UU ITE bisa mengontrol perkembangan teknologi. Pemanfaatan teknologi dapat dilakukan secara aman.

"Karena ttidak dapat dipungkiri, teknologi saat ini menjadi pedang bermata tua karena selain memberikan kontribusi bagi peningkatan kesejahteraan dan kemajuan peradaban manusia, sekaligus menjadi media atau sarana yang paling efektif untuk melakukan perbuatan melawan hukum," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, Baiq Nuril merekam percakapan telepon dengan Muslim. Dalam percakapan itu, Muslim berbicara cabul. Kasus itu berlangsung pada tahun 2012, saat Nuril masih menjadi staf honorer di SMAN 7 Mataram dan Muslim masih menjabat kepsek. Oleh PN Mataram, Nuril dibebaskan. Tapi oleh MA, semua berbalik.  (RED)