Mahasiswa Unsri Pertanyakan Pencemaran Sungai Batanghari, Ini Jawaban Evi Frimawaty

Mahasiswa Unsri Pertanyakan Pencemaran Sungai Batanghari, Ini Jawaban Evi Frimawaty
Mahasiswa Unsri Pertanyakan Pencemaran Sungai Batanghari, Ini Jawaban Evi Frimawaty

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya (Unsri) Sumatera Selatan (Sumsel) melakukan audensi ke Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi, Selasa (16/10). Pada kesempatan tersebut, mahasiswa ingin mengetahui upaya Pemerintah Provinsi Jambi melalui instansi terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi terhadap upaya mengatasi pencemaran Sungai Batanghari.

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi Evi Frymawaty, pemahaman terhadap pentingnya upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup bagi masyarakat secara umum mempunyai peranan yang sangat penting demi terwujudnya kualitas hidup yang berkelanjutan. Selain itu, penerjemahan terhadap fungsi program 3 R (Reuse, Reduce dan Recycle) kepada masyarakat umum harus tersampaikan dengan sederhana ke masyarakat.

Jika ini telah tersampaikan secara tidak langsung, masyarakat ikut berkontribusi besar terhadap upaya menekan limbah sampah yang terjadi di sungai batang hari.

"Berdasarkan undang-undang nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup. Termasuk manusia dan prilakunya yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta mahluk hidup lainya," jelas Evi Frymawaty. 

Dalam berbagai kasus yang menyangkut masalah lingkungan, biasanya korporasi merupakan subyek paling dominan sebagai dalang yang menyebabkan terjadinya penurunan mutu lingkungan hidup di suatu wilayah, atau lingkungan masyarakat tertentu. Hal ini tidak terlepas dari kegiatan korporasi yang mengeksploitasi sumber daya alam dalam jumlah besar sebagai salah satu faktor produksi untuk menunjang operasional yang secara langsung atau tidak langsung dapat menimbulkan dampak terhadap masyarakat sekitar.

Dalam audiensi tersebut, mahasiswa Unsri mempertanyakan bagaimana peraturan perundangan tentang lingkungan dapat diterapkan dan tantanganya. Dalam penjabaran tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jambi Evi Frymawaty menjelaskan jika melihat pasal 5 ayat (1) UULH-UULPH hak ini dimiliki setiap orang, yaitu orang seorang, kelompok orang, atau badan hukum. Walaupun demikian, disamping mempunyai hak menurut pasal 5 ayat (2) UULH setiap orang berkewajiban memeliharan lingkungan hidup dan mencegah serta menanggulangi kerusakan dan pencemarannya. (sai)