Masyarakat Muarojambi Gigit Jari, Pemkab Pastikan Tidak Ada BLT Tahun Ini

Kabupaten Muarojambi tahun ini tidak lagi menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) DD kepada masyarakat terdampak COVID-19.

Masyarakat Muarojambi Gigit Jari, Pemkab Pastikan Tidak Ada BLT Tahun Ini
Kepala Dinas Sosial dan P3A Muarojambi Rosa Budi Candra (ist)

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Kabupaten Muarojambi tahun ini tidak lagi menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) DD kepada masyarakat terdampak COVID-19. 

"Kalau untuk tahun ini tidak ada. Kita tidak menyalurkan BLT COVID-19 berupa uang tunai senilai Rp350 ribu seperti tahun lalu karena ini sesuai instruksi dari pusat. Tidak ada instruksi dari pusat untuk menyalurkan BLT dengan dana APBD di tahun ini," kata Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Muarojambi Rosa Budi Chandra. 

Budi menyebut, di tahun lalu, Dinsos menggelontorkan BLT senilai Rp350 ribu untuk penerima manfaat di Muarojambi. Jumlah penerima manfaat tersebut sekitar 16 ribu KK. 

"Tahun lalu kita salurkan sebanyak lima tahap untuk sekitar 16 ribuan KK. Sedangkan tahun ini seperti yang sudah saya katakan kita tak lagi menyalurkannya karena tak ada instruksi dari pusat," kata Budi. 

Namun bukan berarti Dinsos tak menyalurkan bantuan di tahun ini. Bantuan tetap ada dan disalurkan kepada masyarakat berupa Sembako. Anggaran yang akan digelontorkan sejumlah Rp17 milliar. Ini merupakan anggaran hasil refocusing anggaran yang diperuntukkan guna penanganan COVID-19. 

"Kita berikan paket sembako kesehatan. Satu paket senilai Rp250 ribu yang terdiri dari beras, gula, minyak, mie instan, sarden dan susu. Ini diberikan kepada keluarga yang sakit atau terinfeksi virus Corona," kata Budi.

Dengan nominal Rp17 milliar, total ada sekitar 4000 paket sembako yang nanti akan disalurkan. Namun untuk realisasinya, pihaknya masih menunggu arahan dari BPKP untuk aturan dan regulasinya. 

"Kita masih menunggu arahan dari BPKP soal sistemnya. Apakah penunjukan langsung atau lelang, ini kita masih menunggu petunjuk dari BPKP," kata Budi.

Penulis: Raden Romi
Editor: Rhizki Okfiandi