Menelisik Tradisi Barongsai di Kota Jambi yang Dipercaya Bisa mengusir Roh Jahat

Menelisik Tradisi Barongsai di Kota Jambi yang Dipercaya Bisa mengusir Roh Jahat
Atraksi Barongsai di Kota Jambi. (Romi/brito.id)

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Sejak pukul 06.00 WIB Sabtu pagi (25/1), rombongan Barongsai Leng Chun Say Jambi ini sudah memulai kesibukannya. Pasalnya, di perayaan Imlek saban tahunnya, mereka selalu berkeliling dari klenteng ke klenteng hingga ke rumah-rumah warga.

Tradisi barongsai ini memang kerap kita jumpai tiap perayaan Imlek atau pergantian tahun baru cina. Menurut kepercayaan warga Tionghoa, Barongsai konon dipercaya bisa mengusir roh-roh jahat.

Konon Bisa Usir Roh Jahat

"Konon dipercaya bisa mengusir roh jahat. Sudah jadi tradisi tiap tahun ke rumah warga untuk mengusir roh jahat," kata Wanda, pelatih Barongsai Leng Chun Say Jambi Klenteng Leng Chun Keng di  Lorong KONI 1 Kota Jambi kepada brito.id Sabtu (25/1/20) usai melakukan atraksi di rumah salah satu warga keturunan di Payo Selincah Kota Jambi.

Asal Cerita Barongsai

Wanda pun bercerita muasal Barongsai. Kata dia, awalnya pada jaman nenek moyang mereka dahulu pernah ada Nhian atau monster yang meresahkan warga penduduk di China. Masyarakat pun berusaha untuk mengusir monster tersebut.

"Untuk mengusir monster itu tercetuslah ide untuk membuat sesuatu yang menyerupai singa dan juga bunyi berisik seperti petasan dan tetabuhan," papar Wanda.

Benda menyerupai singa ini lah yang kemudian bernama Barongsai. Warga pun kala itu ramai-ramai membuat barongsai untuk mengusir roh jahat.

"Akhirnya warga pun mengusir monster tersebut menggunakan barongsai dan berhasil hingga monster itu pergi. Sejak saat itulah barongsai ini jadi tradisi warga keturunan Tionghoa hingga sekarang," jelasnya.

Puncak Acara Cap Go Meh

Di hari itu, mereka pun sudah berkeliling dan mengunjungi beberapa tempat ibadah (klenteng) di Kota Jambi. Setidaknya sudah empat sampai lima klenteng mereka kunjungi dan melakukan atraksi.

"Tapi kalau untuk puncak acarannya nanti pas Cap Go Meh yakni saat hari ke-15 tahun baru China," tandas Wanda.

Begini Tanggapan Warga

Yuli, warga keturunan yang tinggal di Payo Selincah yang menjadi tempat barongsai beratraksi bercerita kalau dirinya hari itu menggelar open house. Dia memang sengaja menyewa barongsai selain sebagai tradisi juga untuk menghibur anak-anak dan pegawainya.

"Anak-anak kan senang lihat barongsai, jadi kita sengaja memanggil mereka. Dan ini sudah jadi tradisi kami tiap tahunnya," kata Yuli.

Penulis: Romi Raden
Editor: Ari