Musisi Tradisional Ini Ajak Duet Suami & Istri WN Rusia Viral Karena Ngamen
Sejumlah warga penasaran dengan sosok pasangan suami istri asal Rusia, Mikhail Bondarek (29) dan Ekaterina (28), yang videonya viral karena ngamen membawa serta bayi mereka berumur 2 tahun, Sabtu (2/5/2020).
BRITO.ID, BERITA LOMBOK - Sejumlah warga penasaran dengan sosok pasangan suami istri asal Rusia, Mikhail Bondarek (29) dan Ekaterina (28), yang videonya viral karena ngamen membawa serta bayi mereka berumur 2 tahun, Sabtu (2/5/2020).
Viralnya pasangan ini juga membuat seorang musisi tradisional Lombok, Nurkholis Simardi penasaran. Nurkholis yang merupakan ahli Etnomusikologi mengaku penasaran dengan pasangan Rusia ini karena bermain musik di pasar tradisional Lombok.
Nurkholis kemudian mendatangi Kantor Imigrasi Kelas I TPA Mataram, tempat keluarga ini diamankan sementara sebelum dideportasi ke negara asalnya, sambil membawa alat musik gambus Lombok.
Setelah berkenalan, tak menunggu lama mereka saling menguji alat musik masing masing, menyamakan nada dan memainkan lagi sasak Lombok.
Salah satunya lagu Pemban Selaparang dan Lagu Tegining Teganang. Mereka kemudian memainkan musik dan menyanyikan lagu cinta dari Rusia.
Mikhail memainkan akordeonnya yang bersuara unik dan merupakan alat musik khas Rusia.
Dia tampak begitu bebas, karena memang hari Sabtu tidak ada aktivitas di Kantor Imigrasi Mataram.
Ekaterina secara spontan langsung menari bersama balitanya yang lucu dengan pipi yang merah.
Ekaterina ternyata adalah seorang perupa, dia membawa ratusan repro lukisannya di Rusia yang mengunakan kanvas dan acrilic. Termasuk puluhan lukisannya kecilnya di kertas.
"Jika kami kembali ke Rusia, tidak tahu mau melakukan apa, karena di Rusia masih krisis dan kami tidak punya pekerjaan. Saya akan mencari pekerjaan untuk makan keluarga saya. Satu bulan saya akan tinggal di rumah keluarga istri saya, tapi akan melakukan apa, saya tidak tahu karena di Rusia sekarang kita mau keluar dari rumah harus ada izin karena corona ini, " ujar Mikhail.
Selain Nurkholis, ada juga orang yang datang untuk sekedar berbincang dan berfoto.
"Saya baca kisah WNA Rusia di Kompas.com. Begitu saya tahu dia masih di Lombok dan ada di kantor Imigrasi, saya langsung ke sini dan bertemu mereka," ujar Anca, warga KotaMataram di kantor Imigrasi Mataram.
Anca penasaran ingin melihat putri pasangan ini.
Sebagai rasa simpati, Anca memberikan beragam jenis buah-buahan untuk keluarga ini. Kisah keluarga Rusia ini memang membuat banyak orang bersimpati juga penasaran.
Apalagi melihat penampilan mereka yang sederhana, pakaian seadanya, berpergian tanpa alas kaki, dan memilih menjadi vegetarian murni, makan sayur mentah, dan buah-buahan.
Sesama seniman saling mengingatkan
Nurkholis yang berkolaborasi dengan Mikhail, juga merupakan Dekan Fakultas Seni di Universitas Nahdatul Ulama (NU) di Mataram.
Nurkholis menyampaikan, apa yang dilakukan pihak Imigrasi Mataram tehadap keluarga Rusia ini patut diapresiasi.
Petugas tidak memberikan sanksi pada seniman jalanan ini di tengah pandemi Covid-19.
Namun, dia tetap ingin mengingatkan, seniman-seniman jalanan seperti Mikhail dan istrinya sebaiknya mengikuti aturan negara yang dituju.
Jika ingin berkesenian, tetap melalui jalur legal agar tidak mendapat masalah.
"Tetapi memang kendala seniman seperti mereka ini selalu sama, bukan hanya di Indonesia. Ketika mereka jujur mengatakan bahwa mereka seniman dan akan berkesenian di jalanan, pihak Imigrasi akan sulit memuluskan izin untuk mereka. Namun, jika mereka memiliki kapasitas untuk masuk ke wilayah manapun di Indonesia, saya pribadi bicara sebagai musisi dan seniman, mungkin bisa diperlonggar," kata Nurkholis.
Sumber: kompas.com
Editor: Ari

Ari W