Netizen Soroti Beda Alis Djoko Tjandra Sebelum dan Sesudah Ditangkap, Begini Kata Polisi

Keraguan masyarakat terhadap penangkapan Djoko Tjandra oleh Bareskrim Polri beredar di media sosial. Hal yang paling disorot netizen lantaran orang yang disebut-sebut sebagai Djoko Tjandra, dalam setiap konferensi pers ditampilkan selalu menggunakan masker. 

Netizen Soroti Beda Alis Djoko Tjandra Sebelum dan Sesudah Ditangkap, Begini Kata Polisi
Djoko Tjandra (ist)

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - Keraguan masyarakat terhadap penangkapan Djoko Tjandra oleh Bareskrim Polri beredar di media sosial. Hal yang paling disorot netizen lantaran orang yang disebut-sebut sebagai Djoko Tjandra, dalam setiap konferensi pers ditampilkan selalu menggunakan masker. 

Bahkan, warganet juga menyoroti perbedaan alis Djoko Tjandra sebelum dan sesudah ditangkap. Sebelum ditangkap, Djoko Tjandra diketahui memiliki alis yang tipis. Namun, setelah ditangkap, alis Djoko Tjandra tebal.
 
Menanggapi hal itu, polisi memastikan Djoko Tjandra memang benar-benar ditangkap. Mereka menjawab keraguan masyarakat yang beredar di sosial media, bahwa seseorang yang dibawa dari Bandara Halim Perdana Kusuma, Jumat malam tidak mirip dengan Djoko Tjandra.

Hasil pencocokan wajah Djoko Tjandra oleh Inafis Polri. Foto: Dok. Istimewa

"Hasil pencocokan wajah oleh inafis dan hasil memang benar Djoko Tjandra," kata Kadivhumas Polri, Irjen Pol Argo Yuwono dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, (1/8).

Argo mengatakan saat ini, Djoko Tjandra menjadi terpidana dan ditempatkan di rutan Salemba cabang Bareskrim Polri.

"Saat ini, Djoko Tjandra ditempatkan sebagai narapidana di rutan Salemba cabang di Bareskrim Polri," kata Argo.

Terdakwa kasus Bank Bali sekaligus Dirut PT Era Giat Prima, Djoko S Tjandra mendengarkan tuntutan jaksa penuntut umum dalam persidangan di PN Jakarta Selatan, Rabu (23/2/2000) Foto: Maha Eka Swasta/Antara Foto

Sementara itu, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly dalam akun Instagramnya juga menunjukkan paspor Djoko Tjandra. Dalam paspor itu, terlihat alis Djoko Tjandra yang tebal.

Sumber: Kumparan
Editor: Ari