NGERI! Nepal Memanas, Menkeu Ditelanjangi hingga Tercebur ke Sungai
Menkeu Nepal Bishnu Prasad Paudel dipaksa melepas pakaiannya dan dikejar hingga tercebur ke sungai oleh para demonstran (Istimewa
BRITO.ID, BERITA JAKARTA – Krisis politik di Nepal semakin memanas setelah Menteri Keuangan (Menkeu) Bishnu Prasad Paudel dipermalukan massa yang marah. Dalam sebuah insiden dramatis, Paudel dipaksa melepas pakaiannya dan dikejar hingga tercebur ke sungai oleh para demonstran, seperti dilaporkan Gulf News, Rabu (10/9/2025).
Video Bishnu dipermalukan itu pun cepat menyebar di media sosial, memperlihatkan citra pemerintah yang kian kehilangan kendali.
Peristiwa ini terjadi hanya beberapa jam setelah gedung parlemen Nepal dibakar sebagian oleh massa, menandakan tingkat kemarahan publik yang semakin meluas. Gelombang protes yang dipimpin generasi muda “Gen Z” ini mencerminkan frustrasi rakyat terhadap krisis ekonomi, tuduhan korupsi yang mengakar, serta mandeknya reformasi politik.
Para demonstran menuding para pemimpin senior gagal mengelola ekonomi yang rapuh. Kenaikan harga pangan, melonjaknya pengangguran, dan utang yang terus menumpuk membuat kekecewaan rakyat semakin dalam.
Dilansir dari AP, demo rusuh di Nepal terjadi pada Sein (8/10/2025) menyusul larangan media sosial hingga menewaskan 19 orang dan memicu kemarahan publik, hingga akhirnya Perdana Menteri KP Sharma Oli mengundurkan diri.
Larangan penggunaan media sosial itu sebelumnya menuai kecaman luas. Situasi kian memanas setelah demonstran membakar rumah sejumlah tokoh politik. Tekanan publik membuat Oli mencabut kembali kebijakan tersebut.
“Protes larangan media sosial hanyalah pemicu. Kekecewaan terhadap cara negara dijalankan sudah lama menumpuk. Masyarakat sangat marah, dan Nepal kini berada dalam situasi genting,” kata Prateek Pradhan, pemimpin redaksi media independen Nepal Baahrakhari.
Meski Oli sudah mundur pada Selasa (9/9/2025), belum jelas apakah langkah ini mampu meredakan situasi. Banyak demonstran juga menuntut pemerintah dibubarkan, yang bisa menambah ketidakpastian politik.
“Transisi harus segera disiapkan dengan melibatkan tokoh-tokoh yang masih dipercaya rakyat, terutama generasi muda,” ujar Ashish Pradhan, penasihat senior International Crisis Group.
(Beritasatu.com)

Ari W