Operasi Pekat, Polres Sarolangun Ungkap 51 Kasus dan Ratusan Miras Diamankan

Operasi Pekat, Polres Sarolangun Ungkap 51 Kasus dan Ratusan Miras Diamankan
Miras yang diamankan Polres Sarolangun. (Arfandi/Brito.id)

BRITO.ID, BERITA SAROLANGUN - Polres Sarolangun melakukan operasi Penyakit masyarakat (Pekat) Siginjai 2019 yang digelar secara serentak di setiap Kecamatan pada 24 Juni hingga 12 Juli 2019.

Dari operasi ini Polres Sarolangun mengungkapkan 51 kasus, 21 kasus minuman keras, 2 kasus asusila, 5 kasus premenisme atau pemalakan, 17 kasus parkir liar, dan 2 kasus senjata tajam (Sajam).

Pada umumnya pengungkapan ini dilakukan di wilayah hukum Polsek Pelawan Singkut dan Polsek Sarolangun.

"Dalam operasi pekat Siginjai tahun 2019 yang dilaksanakan Polsek mulai tanggal 24 Juni Sampai 12 Juli 2019, Kami sudah," ungkap Kapolres Sarolangun AKBP Dadan Wira Laksana SIK. M.AP didampingi Kasatres Polres Sarolangun Iptu Bagus Faria SIK.MH, Sabtu (13/07/2019)

"Kami sudah melakukan kegiatan di lapangan menghasilkan sejumlah tangkapan dengan total 51 kasus dan 70 tersangka," katanya.

Kapolres Sarolangun mengatakan dari puluhan pengungkapan kasus ini pihaknya melakukan pembinaan kepada para tersangka. Dan sebagian ada yang dilimpahkan ke Dinas Sosial untuk ditindaklanjuti

Namum ada satu pelaku dalam kasus senjata tajam yang saat ini sudah dilakukan penahanan. Dan tahapan penyidikan oleh Polres Sarolangun berinisial MH.

"Sekarang dalam tahap penyidikan ada satu kasus sajam yang saat ini satu tersangka atas nama MH sudah dilakukan penahanan. Kemudian operasi pekat yang lain hasilnya seperti, pungli, asusila, tangkapan ratusan miras sebagian sudah dilakukan pembinaan dan ada dilimpahkan ke inststansi terkait yaitu dinas sosial," kata Kapolres.

"Kita tidak stop begitu saja. Kegiatan kepolisian untuk antisipasi kejahatan tetap kami lakukan sampai ke Polsek artinya bila tetap ada menemukan kegiatan pekat tetap akan kami lakukan penindakan. Karena apabila melakukan pekat ini ada resiko hukum yang akan ditanggung. Pasti ada hubungannya apabila mengkonsumsi minuman maka ujung ujungnya bisa melakukan tindak pidana," pungkasnya. (RED)

Reporter : Arfandi S