Pak Bupati, Gas Elpiji di Tanjab Barat Tembus Rp 30 Ribu

Pak Bupati, Gas Elpiji di Tanjab Barat Tembus Rp 30 Ribu
Ketua YLKI Tanjab Barat Abdul Kadir (Heri Anto/BRITO.ID)

BRITO.ID, BERITA TANJAB BARAT - Dalam beberapa hari terakhir, harga jual gas elpiji 3 Kg mencapai Rp 30 ribu/tabung. Selain harga tidak sesuai Het untuk Kota Kualatungkal sebesar Rp 19 ribu/tabung, keberadaan gas bersubsidi itu juga mulai langka.

Kondisi ini mendapat perhatian dan kritikan keras dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tanjab barat. Bahkan YLKI menduga kondisi ini sengaja diciptakan dan dimanfaatkan oleh segelintir orang untuk meraup keuntungan pribadi.

Ketua YLKI Tanjab barat Abdul Kadir menyayangkan fenomena kelangkaan dan harga jauh di luar HET jelas mencekik masyarakat

"Kasihan masyarakat yang seharusnya mendapat subsidi dari pemerintah malah menjadi lahan bisnis oleh segelintir orang untuk kepentringan pribadi." Tegas ketua YLKI Tanjab Barat yang akrap di sapa Hamka AK.

Hamka memaparkan, ada 51 pangakalan resmi elpiji 3 Kg yang tersebar di wilayah Kecamatan Tungkal Ilir. Dari 51 itu di bawah naungan atau pengawasan Tiga Agen seperti Puskopabri, PT Sri Mesyu Nedifa, PT Rizki Usaha Bersama dan PT Rendra Jaya Utama.

"Saya harap kelangkaan dan lonjakan harga ini segera diatasi pihak pihak agen dan Instansi terkait. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban. Dalam waktu dekat kita akan lakukan evaluasi ke pihak pihak terkait. Bila perlu ke SKK Migas jika masalah ini berlarut larut," Tegasnya.

Dijelaskannya, untuk HET di Pangkalan resmi khusus untuk wilayah paling mudah diakses masyarakat Rp 19 ribu/tabung. Dan apabila Stok elpiji 3 Kg masuk di pangkalan, pangkalan wajib buka untuk melayani konsumen. Pangkalan wajib mengutamakan konsumen baik rumah tangga dan usaha mikro.

"Mari bersama sama kita pantau dan awasi pendistibusian/penyaluran elpiji 3KG dari pangkalan resmi ke konsumen/masyarakat. Apabila ada dugaan indikasi penyelewangan pendistribusian ataupun dugaan indikasi penyalahgunaan elpiji 3 Kg, mari kita sama sama segera laporkan kepada Instansi Terkait atau laporkan kepada pihak kepolisian terdekat," Tukasnya.

Sementara itu Andi warga Sriwijaya salah satu kepala rumah tangga mengaku kesulitan memdapatkan isi ulang gas elpiji 3 Kg di sekitar rumahnya.

"Tadi dapat di toko klontongan, harganya Rp 30 ribu. Walau mahal mau tak mau saya beli dari pada tidak masak." Keluhnya kepada Brito.id kamis (19/3/2020).

Penulis: Heri Anto

Editor: Rhizki Okfiandi