Pak Bupati, Gula Mulai Langka di Tanjab Barat, Harga Tembus Hingga Rp 20 Ribu per Kg

Di saat perekonomian melemah akibat wabah Covid 19, harga gula Putih di pasar Tradisional Kualatungkal malah melambung tinggi.

Pak Bupati, Gula Mulai Langka di Tanjab Barat, Harga Tembus Hingga Rp 20 Ribu per Kg
Ilustrasi

BRITO.ID, BERITA TANJAB BARAT – Di saat perekonomian melemah akibat wabah Covid 19, harga gula Putih di pasar Tradisional Kualatungkal malah melambung tinggi.

Ironisnya, selain mahal, keberadaan Gula putih di Pasar Tangorajo, pasar Parit 1 Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat seperti menghilang dari peredaran.

Salah satu pedagang di Pasar Tangorajo, H A Rahman mengatakan gula pasir saat ini naik sangat tinggi di banding hari biasanya di pasaran.

"Kalau biasanya harganya Rp 14 ribu palung tinggi, tapi sekarang sudah sampai Rp 20 ribu perkilonya,"katanya, Kamis (9/4)

Selain itu, persediaan Gula Putih juga sulit di cair. Bahkan, sempat tidak ada di pasaran.

"Kita berharap tidak ada penimbunan, kita minta Dinas  Perindustrian dan Perdagangan dan Polres, untuk memantau kejadian ini. "ujarnya.

Biasanya kata dia, bisa mendapatkan 10 karung gula dalam setiap pembelian. Namun, kali ini hanya mendapatkan 1 karung gula. Itupun, harus menunggu lama.

"Susah nian, ini bae berapa hari baru dapat, ini sayo beli 3 hari lalu,"sebutnya.

Ia mengaku, akibat hal itu banyak pembeli bertanya kenapa harga mahal. Selain itu, banyak pembeli yang kecewa karena gula yang diharapkan ada tidak tersedia.

"Banyak yang kecewa, harga mahal terus gula ga ada,"jelasnya.

Hal ini terjadi sudah lebih kurang sekitar 10 hari terkahir yang ada Pasar Tanggo Rajo.

"Boleh dicek di toko lain, sama saja gulanya gitu juga. Saya biasa ngambil di salah satu toko besar di Tungkal, sekarang tidak ada stok "ujarnya.

Selain itu, kata dia dampak corona penjualan menurun. Biasanya bisa mendapatkan penghasilan sebesar Rp 3 juta perhari. Namun, kali ini hanya Rp 1 juta itupun sulit.

"Dapat setengahnya sudah payah, jadi kita berharap ada langkah dari Pemerintah," tandasnya.

Penulis: Heri Anto

Editor: Rhizki Okfiandi