Pasien Sembuh Terus Bertambah, Kini Muarojambi Zona Oranye

Kabupaten Muarojambi sempat menjadi zona merah penyebaran kasus Covid-19. Zona merah tersebut ditetapkan sejak 11 Desember yang lalu.

Pasien Sembuh Terus Bertambah, Kini Muarojambi  Zona Oranye
Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Muarojambi Firdaus (ist)

BRITO.ID, BERITA MUAROJAMBI - Kabupaten Muarojambi sempat menjadi zona merah penyebaran kasus Covid-19. Zona merah tersebut ditetapkan sejak 11 Desember yang lalu. Kini, seiring semakin bertambahnya pasien sembuh, Muarojambi tak lagi berada di zona merah dan turun ke zona oranye.

"Alhamdulillah sudah tidak lagi zona merah dan turun ke zona oranye atau zona dengan resiko sedang," kata Jubir Tim Satgas Covid-19 Muarojambi Firdaus Jum'at (18/12/20).

Penurunan status ini, kata Firdaus lantaran jumlah kasus pasien sembuh di Muarojambi yang kian bertambah. Hal ini juga berbanding lurus dengan jumlah kasus konfirmasi yang tak bertambah signifikan. Dalam dua hari terakhir, total ada 28 orang yang dinyatakan sembuh di Muarojambi.

"Kemarin 8 orang dinyatakan sembuh ditambahkan dengan hari ini ada 20 orang pasien terkonfirmasi di Muarojambi yang dinyatakan sembuh. Sedangkan untuk kasus konfirmasi hari ini hanya bertambah sebanyak 2 kasus baru," kata Firdaus.

Pria yang juga menjabat Plt Kalaksa BPBD Muarojambi ini mengungkapkan bahwa sampai hari ini, secara kumulatif ada 343 kasus konfirmasi di Muarojambi. 252 orang diantaranya dinyatakan sembuh dan sisanya 91 orang masih dirawat.

"Semoga kasus sembuh di Muarojambi terus bertambah dan jumlah pasien terkonfirmasi bisa berkurang saban harinya. Untuk itu kami berharap agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19 dengan selalu menjalankan 3M," kata Firdaus.

Kendati demikian, tim satgas masih terus melaksanakan program 3T. Testing, tracking dan treatment agar mata rantai penyebaran Covid-19 di Muarojambi bisa diputus.

"Mari kita bersama-sama berusaha dan berdo'a agar virus ini bisa cepat berlalu dan kita kembali bisa beraktivitas normal seperti dulu," kata Firdaus.

Penulis: Raden Romi
Editor: Rhizki Okfiandi