Pedagang Kucing-kucingan Satpol PP Berjualan di Tepi Jalan Pasar, Ini Alasannya...

Pedagang Kucing-kucingan Satpol PP Berjualan di Tepi Jalan Pasar, Ini Alasannya...
Pedagang yang kembali berjualan di tepi jalan masuk Talang Banjar. (Dewi/Brito.id)

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Sesuai Perda Nomor 12 tahun 2016 tentang penataan dan pemberdayaan Pedagang Kaki Lima (PKL), Pemkot Jambi melalui Satpol PP Kota Jambi sering melakukan penertiban. Diantaranya pedagang dan pembeli yang berjualan di sepanjang jalan menuju Pasar Talang Banjar.

Namun, kenyataan di lapangan,  masih ada beberapa pedagang yang melakukan jual beli di pinggir jalan. Padahal, di sepanjang jalan itu terpasang larangan berjualan.

Menurut salah seorang pedagang Iwan cabai dan bawang, ini karena tidak strategisnya lokasi dia berjualan, sehingga sedikit pembeli.

"Tempat kami jualan tu, posisinyo di atas. Jadi dak strategis, pembeli malas nak masuk sampe ke atas tu," ungkapnya. 

Hal tersebut diakui pula oleh Ani, pembeli cabai di tepi jalan.

"Memang malas kalo mau masuk ke dalam tu. Kadang ke pasar cuman nak beli cabe bae, ribet nian kalo nak masuk ke dalam pasar, ditambah lagi nak ke atas tempat orang jualan cabe. Enaklah di luar nih, cepat," ujarnya.

Pedagang ini menyebutkan, memang ada kesepakatan antara pedagang dan Pemkot terkait lokasi jualan. Untuk pedagang bawang dan cabai diposisikan di atas, sementara pedagang ayam dan ikan di bawah. Namun, tidak sedikit pedagang bawang dan cabai yang justru berjualan di bawah.

"Itu karena ada orang dalam, jadi pedagang bawang dan cabai yang seharusnyo di atas, jadi jualan di bawah. Dak ado lah yang beli dagangan kami di atas ni, kareno orang sudah dapat di bawah," jelasnya.

Karena hal itu, menurutnya banyak pedagang yang nekad berjualan di pinggir jalan agar mudah dijumpai pembeli, meski tahu ada larangan tersebut. 

"Sebenarnyo tahu, tapi kek mano lah nak nyari makan. Ini be kadang dak cukup nak makan," ujarnya.

Jika ada razia penertiban pedagang yang berdagang di pinggir jalan, dia mengaku tidak akan berjualan dan langsung menutup lapaknya. 

"Kita dapat informasi setiap akan razia atau penertiban. Jadi semua pedagang di pinggir jalan ni dak akan jualan," pungkasnya. (RED)

Reporter : Dewi Anita