Pilkades Ujung Tanjung Bungo Diduga Curang, Calon Nomor 2 Protes

Pilkades Ujung Tanjung Bungo Diduga Curang, Calon Nomor 2 Protes

BRITO.ID, BERITA BUNGO - Pemilihan kepala desa (Pilkades) atau Rio Ujung Tanjung telah usai dilaksanakan, Senin 19 November 2018 lalu.

Suara terbanyak calon nomor dua, yakni Hendra Hadi Wijaya meraih suara 584. Sedangkan rivalnya Susanto meraih suara 567 dengan suara selisih 17 suara dari calon nomor urut dua.

Diduga Pilkades kali ini sarat dengan kecurangan. Diduga ada kejanggalan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) Kampung Penual, Ujung Tanjung. Diduga panitia melakukan pencoblosan suara orang yang tidak bisa hadir.

Susanto calon Rio yang kalah membenarkan adanya informasi ini. "Saya merasa dirugikan di TPS tiga, saya menuntut BPD agar memberikan tindakan pada panitia di tps tiga," tukasnya, Selasa (20/11).

"Kenapa orang Penual yang masih masa tahanan di lembaga pemasyarakatan dan yang sekolah di luar juga orang penual yang di luar daerah, seperti di Jambi, Pekanbaru, Batam, Jawa Timur, Abai Sangir Solok Selatan. Ada juga yang di Jakarta. Kenapa bisa ada suaranya," katanya.

Padahal telah ada keputusan waktu penetapan dan pencabutan nomor urut calon pada 12 November 2018, bagi pemilih tidak dibenarkan diwakilkan memberikan hak suara ke TPS. "Bagi yang sakit panitia ikut suara ke tempat pemilih yang sakit diikut sertakan panitia dan kedua saksi," ujarnya.

"Ditemukan 43 orang pemilih yang diwakili ini kenapa bisa terjadi," tambah Susanto.

Kosasi, ketua panitia pemilihan mengatakan sudah ada keputusan bahwa dalam pemilihan Rio Ujung Tanjung tidak boleh diwakilkan. "Pagi Senin 19 November 2018 pun saya sudah memberitahu pada panitia agar tidak ada pemilih diwakilkan," ujarnya.

Atas dugaan kecurangan ini Sutanto mengirim surat kepada Ketua BPD Ujung Tanjung. Surat itu berisikan kronologis, temuan kecurangan dan keberatan atas hasil Pilkades. Surat ini ditembuskan ke BPD, isntansi pemerintah kabupaten, kecamatan, pihak kepolisian dan pihak pemerintahan Dusun Ujung Tanjung.

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak BPD Ujung Tanjung terkait masalah diduga kecurangan pihak panitia. (red)