Polisi Pastikan 800 Anggota Diduga Anarko dalam Kerusuhan Demo Omnibus Law, Siapakah Mereka?

Polisi memastikan hampir 800 anggota diduga kelompok anarko ditangkap dalam kerusuhan demo tolak Omnibus Law. Menurut polisi, mereka ditangkap lantaran merusak fasilitas publik serta menyasar kendaraan dinas kepolisian, pos polisi, hingga ambulans.

Polisi Pastikan 800 Anggota Diduga Anarko dalam Kerusuhan Demo Omnibus Law, Siapakah Mereka?
Istimewa. (Istimewa)

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - Polisi memastikan hampir 800 anggota diduga kelompok anarko ditangkap dalam kerusuhan demo tolak Omnibus Law. Menurut polisi, mereka ditangkap lantaran merusak fasilitas publik serta menyasar kendaraan dinas kepolisian, pos polisi, hingga ambulans.

"Beberapa orang yang diamankan yang terindikasi itu dari kelompok anarko itu sebanyak 796 orang di Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Jatim, PMJ (Jakarta), Sumut, dan Kalimantan Barat,” kata Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (9/10).

Orang-orang inilah yang juga dituding membakar 20 halte MRT dan merusak fasilitas umum lainnya, hingga memicu perdebatan di media sosial. Bahkan di Medan, Kapolda Sumut, Irjen Pol Martuani Sormin, menilai kericuhan diduga didalangi kelompok anarko dan geng motor.

"Ada 32 kelompok anarko yang tergabung dalam geng motor salah satunya geng motor ezto. Serta ada 3 pengunjuk rasa yang positif narkoba," ujar Martuani kepada wartawan. 

"[Satu] membawa senjata tajam kita akan proses, [sementara] 2 orang pelaku [lainnya] merusak mobil dinas polisi," ujarnya.

Wajah yang diduga sebagai pelempar molotov ke pos polisi saat unjuk rasa tolak Omnibus Law di Jalan Ap Pettarani, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar. Foto: Dok. Istimewa

Apa itu anarko? Apa benar anarko selalu terkait kekerasan dan kerusuhan? Apakah kerusuhan sama dengan anarkisme?

Salah tafsir masyarakat soal pengertian anarkis memang kerap dikaitkan dengan sifat destruktif, yakni kerusuhan atau kekerasan. Padahal, anarko, rujukan kata anarkis, berasal dari bahasa Yunani, 'anarchos/anarchein' yang berarti tanpa penguasa atau tanpa pemerintahan.

Intinya, anarkisme adalah sebuah teori. Menurut P.J Proudhon dalam What is Property, anarkisme merupakan teori politik yang bertujuan untuk menciptakan anarki; ketiadaan tuan, tanpa raja yang berkuasa, sekalipun negara.

Paham ini dilambangkan dengan huruf A di dalam garis lingkaran. Itu berarti, anarkisme merupakan pemahaman yang bertujuan untuk mencapai masyarakat sejahtera yang bebas tanpa kontrol hierarki, kapitalis, negara, atau tanpa tekanan dari penguasa.

Sejumlah orang diduga anggota Anarko dibawa ke Polda Metro Jaya. Foto: Dok. Istimewa

Penganut paham ini disebut sebagai anarkis. Mereka tak percaya dan tak ingin negara atau penguasa mengatur hak-hak masyarakat.

Adapun anarko yang dimaksud polisi bisa merujuk ke anarko-sindikalis, cabang anarkis yang memperjuangkan kelas buruh yang dikenalkan oleh Michail Bakunin.

Jika Proudhon membentuk serikat pekerja, Bakunin adalah orang yang mengembangkan pemikiran Proudhon. 
Berbagai cara anarkis untuk 'melawan' pemerintah kadang memang dilakukan dengan aksi langsung dan menggunakan taktif serangan, seperti konfrontatif hingga vandalisme.

Beberapa dari mereka juga ada yang menggunakan taktik black bloc: mengenakan pakaian serba hitam, berusaha melawan aparat saat ditangkap, hingga merusak fasilitas umum dengan memecahkan kaca atau meninggalkan jejak simbol A lingkaran.

Meskipun begitu, anarko memiliki tujuan dan terencana: membela kaum buruh, meminta negara tak mengontrol warga. Jika orang-orang yang ditangkap polisi tak memiliki tujuan dan belum bisa dibuktikan, mereka bisa disebut sebagai vandalis, atau orang-orang yang melakukan tindakan vandalistis.

Sumber: kumparan.com
Editor: Ari