Puluhan Buaya Hasil Evakuasi di Sungai Gelam Dipindahkan ke Kolam Warga

Setelah hasil evakuasi dari penangkaran terbengkalai di Desa Kebon IX, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi menyiapkan kolam penangkaran untuk merawat puluhan Buaya tersebut.

Puluhan Buaya Hasil Evakuasi di Sungai Gelam Dipindahkan ke Kolam Warga
Seekor Buaya yang Berhasil Dievakuasi di Sungai Gelam Muarojambi (ist)

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Setelah hasil evakuasi dari penangkaran terbengkalai di Desa Kebon IX, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi menyiapkan kolam penangkaran untuk merawat puluhan Buaya tersebut. 

Kolam itu terletak di Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, yang merupakan milik warga. BKSDA Jambi sengaja meminjamnya, karena ini dinilai layak untuk buaya. 

Kasi Wilayah II BKSDA Jambi, Didi Bangkit Kurniawan mengatakan, pihaknya sudah melakukan survei ke beberapa kolam. Dan hasilnya, terdapat satu kolam untuk buaya hasil evakuasi yang diperkirakan berjumlah 20 hingga 30 ekor. 

"Sebelumnya, kita sudah keliling untuk mencari kolam yang memenuhi persyaratan. Kalau yang ini ada cor beton atau memiliki pagar keliling," kata Didi, Selasa 28 September 2021.

Dikatakan Didi, untuk perawatan buaya di kolam itu sifatnya hanya sementara. BKSDA Jambi masih mencari lokasi untuk buaya dilepasliarkan atau dibawa ke penangkaran lain.

"Jadi, ke depan akan pindahkan ke penangkaran lain atau dilepasliarkan. Tapi itu tidak mudah," ujarnya. 

Didi menyebutkan, sebelum dilepasliarkan, binatang buas itu akan melewati sejumlah serangkaian rehabilitasi, sehingga dapat hidup di alam liar. 

"Lama proses rehabilitasi itu juga bergantung pada hasil pemeriksaan petugas medis dari BKSDA Jambi," sebutnya. 

Dengan adanya tindakan, kata Didi ini merupakan proses evakuasi buaya di penangkaran terbengkalai tadi untuk mencegah konflik antar manusia dan satwa. 

"Satwa dan manusia sama-sama penting. Kita tidak ingin masyarakat terancam dengan adanya satwa," tutupnya. 

Kontributor: Loadry Apryaldo
Editor: Rhizki Okfiandi