Ratusan Siswa Nekat Konvoi & Coret Baju Saat Pandemi COVID-19, Lugimin: Aksi Mereka Bukan Adat Bungo!

Aksi konvoi merayakan kelulusan di tengah pandemi COVID-19 ternyata tidak hanya terjadi di Kerinci dan Merangin. Kini juga berlangsung di Bumi Langkah Serentak Limbai Seayun. Ratusan siswa SMA sederajat yang berasal dari beberapa sekolah di Kabupaten Bungo juga melakukan hal yang sama, Kamis (2/4).

Ratusan Siswa Nekat Konvoi & Coret Baju Saat Pandemi COVID-19, Lugimin: Aksi Mereka Bukan Adat Bungo!
Konvoi siswa di Bungo saat pandemi Covid-19. (Brito.id)

BRITO.ID, BERITA BUNGO - Aksi konvoi merayakan kelulusan di tengah pandemi COVID-19 ternyata tidak hanya terjadi di Kerinci dan Merangin. Kini juga berlangsung di Bumi Langkah Serentak Limbai Seayun. Ratusan siswa SMA sederajat yang berasal dari beberapa sekolah di Kabupaten Bungo juga melakukan hal yang sama, Kamis (2/4

Pantauan di lapangan, ratusan pelajar ini berkeliling Muarabungo. Bahkan mereka sempat dikejar Aparat keamanan Polres Bungo. Kedatangan aparat ini, membuat para pelajar kocar-kacir melarikan diri dan melaju ke arah Bungo ketika melintas Desa Purwobakti. 

Sementara Kepala SMAN 7 Bungo Lugimin Abi menegaskan apa yang dilakukan siswa ini menjadi generasi yang sangat rapuh dan memprihatinkan.

"Pada situasi penanggulangan wabah bencana Virus Covid-19, di mana dilarang kumpul-kumpul untuk memutus rantai penyebaran virus ini, ternyata masih ada anak-anak SMA yanb mengadakan euforia yg tak jelas," tukasnya dikonfirmasi BRITO.ID, Kamis (3/4).

Katanya, mereka (siswa) masih konvoi-konvoi dan coret baju padahal tidak ada Ujian Nasional. Padahal semalam sudah mendapatkan informasi bahwa Kamis siswa akan ada konvoi gabungan.

"Maka kami MKKS mengadakan Rapat dengan daring salah satu keputusannya pagi tadi menyurati Polres dan Pol PP sebagai tindakan antisipasi. Bahkan kami beberapa majelis guru dan karyawan SMAN 7 Bungo malam tadi keliling dusun menghubungi tokoh-tokoh masyarakat, komite, tokoh agama minta diumumkan di Masjid-masjid agar anak dan keponakan jangan ada yang ikut konvoi," terangnya.

Hasilnya cukup signifikan karena hasil pantauan sampai sore ini hanya sedikit yanh ikut konvoi dari 215 orang kelas XII yang akan tamat tahun ini di sekolahnya.

"Oleh sebab itu ke depan  harus ada kerja sama antara pihak sekolah dengan semua elemen masyarakat agar ke depan tidak ada lagi Konvoi-konvoi dan coretan baju yang sesungguhnya tidak sesuai dengan adat dan budaya Bungo khususnya," tegasnya. (Red)