Riau Klaim Belum Butuh Bantuan Anies, DPD RI Sebut Jauhkan Sifat Sombong

Riau Klaim Belum Butuh Bantuan Anies, DPD RI Sebut Jauhkan Sifat Sombong
Fahira Idris. (Ist)

BRITO.ID, BERITA JAKARTA - Anggota DPD RI Fahira Idris menyesalkan sikap Pemerintah Provinsi Riau yang menolak bantuan 66 personel satuan tugas terpadu yang dikerahkan Gubernur DKI Anies Baswedan untuk memadamkan kebakaran hutan di sana.

"Sangat disayangkan. Kenapa Pemprov Riau Tolak 65 Personel Bantuan dari Bapak @aniesbaswedan Padamkan Karhutla? Bukankah kita terbiasa saling gotong royong, saling bantu saat ada saudara kita yg berduka?? Ada Apa Dg Riau #AADR," tulis Fahira di akun Twitternya @fahiraidris, Selasa malam, 17 September 2019.

Fahira prihatin terhadap penolakan bantuan dari Jakarta untuk membantu pemadaman kebakaran di Riau. Anggota DPD 2019-2024 yang mewakili Provinsi DKI Jakarta itu berharap Pemprov Riau bisa segera mengatasi permasalahan warganya yang diselimuti asap karhutla.

"Bila ternyata di kemudian hari butuh bantuan, bilang aja ya.. Gak usah segan/gengsi, Pak @aniesbaswedan pasti akan bantu dengan senang hati," ucapnya,

Kata Fahira, "Allah tidak menyukai orang-orang yang menolak rezeki bahkan sampai mengingkarinya. Allah sudah memberikan rezeki namun ditolak, bukankah ini sama saja menyepelekan rezeki yang diberikan oleh Allah SWT. Maka hendaklah kita menjauhkan diri dari sifat sombong dalam Islam."

Wakil Komandan Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Riau, Edwar Sanger, menyatakan belum membutuhkan personel bantuan yang dikirim Anies. “Tolong disampaikan secara halus, kita bukan menolak, tapi Riau memang belum membutuhkan bantuan pemadam kebakaran dari Jakarta,” kata Edwar di Pekanbaru, Riau, Selasa, 17 September 2019.

Menurut Edward, jumlah personel Satgas di darat kini ada sekitar 5.800 orang gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api dan lainnya. Belum lagi, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat kunjungan ke Pekanbaru pada awal pekan ini menyatakan akan menambah 350 orang dari unsur TNI dan Polri.

Selain itu, kata dia, jumlah titik panas di Riau sebenarnya lebih sedikit dibandingkan daerah lain di Sumatera. Namun, asap pekat di Riau juga akibat kiriman dari Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan.

“Di bagian hulu sana, Jambi dan Sumsel, yang harus dipadamkan supaya asap di Riau berkurang,” katanya.

Berdasarkan data BMKG Stasiun Pekanbaru, satelit Terra dan Aqua pada pukul 16.00 WIB mendeteksi ada 74 titik panas indikasi karhutla di Riau. Lokasi paling banyak adalah di Kabupaten Pelalawan ada 32 titik, Indragiri Hulu (Inhu) 14 titik, Rokan Hilir (Rohil) 10 titik, Kota Dumai 7 titik, Indragiri Hilir 5 titik, Kampar dan Kuansing masing-masing 2 titik, dan Bengkalis dan Rokan Hulu (Rohul) masing-masing satu titik panas.

Jumlah titik panas di Riau lebih sedikit dibandingkan dengan Jambi dan Sumsel yang pada sore ini terdapat masing-masing 120 dan 145 titik panas.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengirim satgas terpadu penanggulangan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan ke Sumatera dan Kalimantan.

"Nanti tim ini akan berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Nasional," ujar Anies di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Selasa, 17 September 2019.

Anies meminta Satgas Terpadu tersebut memberikan bantuan yang terbaik kepada masyarakat yang mengalami dampak asap kebakaran hutan dan lahan. Tim akan diterbangkan ke Riau, Palembang, dan Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta, Subejo mengatakan Satgas Terpadu terdidi dari 65 tim gabungan, yang terdiri dari 25 anggota pemadam kebakaran, 5 dari BPBD, 10 dari anggota Dinas Sosial, 10 Relawan Jakarta dan tim pendukung 10 orang.

Subejo mengatakan Satgas Terpadu penanggulangan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan ke Riau dan daerah lain yang baru dilepas Anies Baswedan itu akan ditugaskan selama lebih dari sepekan. "Bertugas selama 10 hari," ujarnya seperti dilansir tempo.co. (RED)