Rumah Anak Kades di Bungo-Jambi Ludes Terbakar, Damkar Disuruh Putar Balik

Kebakaran hebat melanda rumah warga Dusun Tapian Danto, Senin (20/7) sekitar pukul 10.00 WIB. Kebakaran di Kecamatan Jujuhan Ilir menghabiskan satu rumah panggung permanen milik anak Rio/Kades Tapiandanto. Hal ini dibenarkan Yana warga Tapiandanto.

Rumah Anak Kades di Bungo-Jambi Ludes Terbakar, Damkar Disuruh Putar Balik
Warga memadamkan api sisa kebakaran (brito.id)

BRITO.ID, BERITA BUNGO - Kebakaran hebat melanda rumah warga Dusun Tapian Danto, Senin (20/7) sekitar pukul 10.00 WIB. Kebakaran di Kecamatan Jujuhan Ilir menghabiskan satu rumah panggung permanen milik anak Rio/Kades Tapiandanto. Hal ini dibenarkan Yana warga Tapiandanto.

"Netul rumah Joko 27 tahun merupakan anak dari Datuk Rio Tapiandanto di RT.03 Kampung Tebing Tinggi dusun tapiandanto," katanya.

Kejadian diduga akibat ada anak Joko main korek api, lalu api cepat melalap bangunan rumah. Peristiwa ini juga menghebohkan warga setempat khawatir api menjalar ke lokasi lain.

Warga berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Ada pula warga menghubungi pihak Damkar Jujuhan Ilir namun diduga kendaraan Damkar Jujuhan Ilir dalam kondisi rusak.

Dan warga menghubungi Damkar Jujuhan namun setibanya sampai di lokasi warga meminta putar kembali lantaran rumah sudah hangus.

Camat Jujuhan Ilir Khaidir yusuf membenarkan peristiwa ini. "Kami atas nama Pemerintah Kecamatan Jujuhan Ilir turur berduka cita yang melanda Rumah Joko anak dari Datuk Rio Tapiandanto yang terbakar," katanya.

"Api di duga berasal dari korek api anaknya setelah itu api membesar," tambahnya.

Akibat kejadian ini Kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah, seluruh harta tidak bisa diselamatkan termasuk kayu olahan di bawah rumah Joko ludes terbakar.

"Kejadian ini sudah kami laporkan ke dinas Badan penanggulangan bencana daerah bungo," kata Khaidir.


Despik Ketua Regu Damkar Jujuhan mengaku   dapat telepon dari warga ada kebakaran di Tapiandanto. Sampai di lokasi pihaknya dihadang oleh warga disuruh pulang. 

"Daripada kami gebuk massa lebih baik kami putar kepala, kalau air di unit penuh siap untuk memadamkan. Jadi tidak benar damkar kosong airnya dengan anggota 7 orang," tegasnya. (red)