Rumah Sakit MMC Jambi Diduga Terlantarkan Nasib Karyawan

Rumah Sakit MMC Jambi Diduga Terlantarkan Nasib Karyawan

BRITO. ID, BERITA JAMBI - Dugaan tindakan semena-mena yang dilakukan oleh pihak Rumah Sakit Mayang Medical Center (RS MMC), kepada para karyawan mencuat ke permukaan. Dugaan itu muncul ketika beberapa karyawan RS MMC menceritakan pengalamannya bekerja di RS yang berada di kawasan Mayang Kota Jambi itu.

Narasumber yang tidak ingin identitasnya disebutkan mengatakan bahwa karyawan yang ada saat ini tidak jelas nasibnya alias digantung. Parahnya, gaji yang seharusnya mereka terima sesuai standar harus rela dipotong tanpa alasan yang jelas.

“Karyawan digantung. Sebagian dirumahkan. Bahkan yang kontrak, tanpa digaji. Yang karyawan tetap digaji separuh gaji pokok. Dulu gaji Rp 2,4 – 2,5 juta, sekarang hanya terima Rp 1,4 juta," katanya.

Mirisnya, pemotongan upah tersebut telah berlangsung sejak awal tahun 2019. Selain itu, saat narasumber mengecek tabungan di salah satu bank, saldo tabungannya tidak ada di rekening.

Padahal sejak tahun 2017 upah yang diterima selalu dipotong untuk tabungan karyawan. Hal ini tentunya semakin membuat narasumber merasa terdzolimi oleh pihak RS MMC.

Narasumber mengatakan, selain dirinya, karyawan lain telah banyak yang mengeluh atas tindakan pihak RS MMC, namun takut untuk berbicara. Dan para karyawan juga telah mengadukan hal ini ke Depnakertrans, namun belum membuahkan hasil.

Tak heran beberapa karyawan yang terpaksa mengundurkan diri tanpa gaji dan pesangon yang jelas. Saat ini, narasumber berharap ada kebijakan dari pihak RS MMC.

Sebab katanya upah yang diterima tidak mencukupi kehidupan keluarganya. Sedangkan selama ini dirinya merasa telah bekerja dengan baik dan penuh tanggung jawab.

“Maksud kami kalau memang tidak bisa membayar gaji, silakan pecat kami tapi beri pesangon. Jadi gaji kami dibuat hitungan UMP tapi sudah termasuk tunjangan. Padahal dari Depnaker gaji UMP itu bersih di luar tunjangan. Ini bulan puasa, dengar-dengar THR payah keluar,” bebernya.

Senin (6/5), saat media ini mendatangi RS MMC tidak ada satupun pihak RS yang bersedia memberikan keterangan. Kurang lebih satu jam menunggu, seorang staf administrasi memberitahu bahwa pimpinan tidak ada di tempat.

“Maaf hari ini pimpinan sedang keluar, jadi tidak bisa ditemui,” ujar staf ADM itu.

Saat tim Brito. Id juga coba menghubungi pihak pimpinan rumah sakit tidak mendapatkan respon. (red)

Reporter: Dewi anita