Sambil Menangis, Pegawai Puskesmas Rantaupanjang Merangin Ini Adukan Tingkah Laku Kapus ke DPRD

Dengan terisak-isak para pegawai  puskesmas Rantau Panjang Tabir adukan kinerja Kepala Puskemas (Kapus), Perdana Setia Handayani ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Selasa (5/5/2020).

Sambil Menangis, Pegawai Puskesmas Rantaupanjang Merangin Ini Adukan Tingkah Laku Kapus ke DPRD
Para Pegawai Puskesmas Saat Mendatangi DPRD Merangin (ist)

BRITO.ID, BERITA MERANGIN -  Dengan terisak-isak para pegawai  puskesmas Rantau Panjang Tabir adukan kinerja Kepala Puskemas (Kapus), Perdana Setia Handayani ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Selasa (5/5/2020).

Mereka menyebutkan Kapus bekerja otoriter dan selalu menebar ancaman mutasi ke bawahan.

Kehadiran dokter, perawat, bidan dan pegawai Puskesmas Rantau Panjang ini diterima Ketua Komisi II, M Yani dan sejumlah anggota komisi II DPRD lainnya.

Di depan Ketua Komisi II mereka mengatakan jika permasalahan ini sudah disampaikan ke Dinas Kesehatan dan Bupati, namun tak kunjung ada perubahan.

"Sudah banyak yang memimpin Puskesmas Rantau Panjang, kami tidak pernah mempersalahkan, tapi dak pernah dipimpin pemimpin Kapus seperti ini, oteriter dan memaksakan kehedak, kalau tidak menurut aturan dia, kami diancam dimutasi," ungkap salah seorang perwakilan bidan.

Selain itu Kapus juga disebut menahan jasa BPJS mereka, itu lantaran mereka tidak bersedia pemotongan jasa BPJS sebesar 40 persen.

"Banyak kebijakan lainnya yang membuat kami tidak tahan seperti jasa BPJS kami ditahan, karena kami tidak bersedia pemotongan 40 persen yang katanya untuk bayar hutang Rp 16 juta. Ada juga pegawai kurang aktif 6 tahun atau bisa disebut makan gaji buto, tiba-tiba diangkat jadi PPTK," sebutnya.

Mereka menegaskan tidak sanggup kerja dibawah ancaman mutasi dan tekanan Kapus yang tidak bisa bekerja sama dengan bawahan.

"Kapus sekarang tidak ada kerjasama, jika kita kasih masukkan kami dimusuhi. Kalau permasalahan ini tidak ada solusinya jangan salahkan kami jika kinerja Puskesmas makin hancur dan kami sampai mogok kerja," tegasnya.

"Kami mohon Pak, kami kasian masyarakat nantinya sangat banyak yang berobat di Puskesmas Rantau Panjang, kami tidak tahan lagi. Kami minta tolong nian pak, kami tidak main-main datang kesini. Dak tau lagi kami cak mano, kami tidak ingin puskesmas kami hancur, itu puskesmas besak," tambahnya lagi sambil terisak.

Menangapi hal itu, Ketua Komisi II M Yani menyebutkan jika permasalahan Kapus sudah kronis dan komplikasi Kapus Rantau Panjang.

"Saya katakan (Permasalahan ini) sudah kronis dan Komplikasi, ini kami akan bantu cari solusi. Ini kami lanjutkan rapat dengan pimpinan," sebut M Yani.

Penulis: Rhizki Okfiandi