Sesak! Demi Hindari Pembatasan Covid-19, Pasangan India Ini Menikah di Pesawat dan Dipenuhi 161 Orang

Sepasang suami istri menyewa satu pesawat untuk menikah di depan 161 tamu, hal ini dilakukan pasangan ini demi menghindari perbatasan Covid-19. Pasangan bernama Rakesh dan Dakshina, dari Madurai, India, sangat ingin menikah tapi adanya perbatasan Covid-19 dan jarak sosial, mereka membuat rencana alternatif yang tidak pernah dilakukan orang-orang.

Sesak! Demi Hindari Pembatasan Covid-19, Pasangan India Ini Menikah di Pesawat dan Dipenuhi 161 Orang
Pasangan India menikah di Pesawat. (Ist)

BRITO.ID, BERITA VIRAL - Sepasang suami istri menyewa satu pesawat untuk menikah di depan 161 tamu, hal ini dilakukan pasangan ini demi menghindari perbatasan Covid-19.

Pasangan bernama Rakesh dan Dakshina, dari Madurai, India, sangat ingin menikah tapi adanya perbatasan Covid-19 dan jarak sosial, mereka membuat rencana alternatif yang tidak pernah dilakukan orang-orang.

Pasangan ini mengadakan upacara pernikahan di dalam penerbangan dari Madurai ke Bangalore pada hari Minggu (23/5/2021).

Penerbangan lepas landas dari Bandara Internasional Madurai pada pukul 7 pagi, meskipun daftar tamu jauh melebihi yang ditetapkan pemerintah negara bagian 50 orang untuk pertemuan semacam itu.


Pasangan India menikah di pesawat. (Jam Press/TIM)

Dalam rekaman video yang dibagikan memperlihatkan penerbangan benar-benar penuh sesak dengan para tamu saat pasangan itu berdiri di depan lorong dan bertukar sumpah.

Pengantin pria terlihat menempatkan ornamen tradisional di leher pengantin wanita sementara hadirin bersorak dan menghujani mereka berdua dengan taburan bunga.

Setelah melangsungkan upacara pernikahan di dalam penerbangan, pasangan ini lanjut menuju ke sebuah hotel di Bangalore untuk resepsi kecil. Semua tamu diduga telah mengambil dan lulus tes RRC sebelum naik ke pesawat.

Namun, banyak tamu memilih untuk tidak memakai topeng atau menjaga jarak sosial untuk acara spesial.

Dikutip dari Mirror, polisi diketahui sedang menyelidiki masalah ini dan memutuskan apakah akan melakukan penyelidikan atas pelanggaran Covid-19 atau tidak.

Sumber: Indozone
Editor: Ari