Soal Amien Rais Sebut Prabowo Mundur Jika KPU Tak Bersih, Ini Kata Fadli Zon

Soal Amien Rais Sebut Prabowo Mundur Jika KPU Tak Bersih, Ini Kata Fadli Zon

BRITO.ID, BERITA JAKARTA – KPU menyampaikan Amien Rais yang hadir dalam audiensi dengan massa FUI sempet menitip pesan agar KPU melakukan audit forensik IT, apabila hasilnya tidak bersih, maka Prabowo Subianto -Sandiaga Uno akan mundur dari kontestasi pilpres 2019. Fadli Zon menganggap pesan dari Amien Rais tersebut adalah sebuah retorika.

"Itu kan retorika, artinya Pak Amien mendorong KPU benar-benar bersih, dan mau menerima aspirasi dari pihak kami untuk melakukan audit forensik, karena audit forensik menentukan juga jalannya pemilu ini berjalan dengan bersih jujur adil, demokratis atau tidak. Itu permintaan yang sangat wajar," ujar Fadli usai Deklarasi Pas 02 Muda di Jalan HOS Tjokroaminoto No 93, Jakarta Pusat, Sabtu (2/3).

"Supaya KPU tetap independen, jangan menjadi suatu penyelenggara yang berpihak, saya kira itu peringatan. Dan itu diperlukan supaya ada pengawasan dan kontrol fair masyarakat dan dari dua belah pihak," jelasnya.

Ketua Media Center PA 212 Novel Bamukmin yang hadir saat aksi di depan KPU sempat menyerukan soal pembubaran KPU, jika KPU terbukti tidak netral. Kembali, Fadli menilai apa yang disampaikan Novel tersebut adalah sebuah retorika.

"Itu kan retorika juga, saya kira itu bagian upaya pengawasan, jangan semua diartikan secara harfiah, kita bangsa yang sudah beradab, jadi ada dalam kata itu kata yang konotatif dan denotatif, kalau konotatif itu ada kiasan kiasan, jadi jangan mundur ke belakang dalam literasi, apalagi retorika politik, bisa aja," tutur Fadli.

Ditanya soal apakah pernyataan Amien Rais dan Novel Bamukmin tersebut mendelegitimasi (membatalkan legitimasi) KPU atau tidak, Fadli justru menganggap pernyataan keduanya akan membuat pemilu lebih berkualitas.

"Saya kira justru menjadikan pemilu lebih berkualitas kalau dikontrol, kalau tidak dikontrol malah terjadi delegitimisi. Ada waktu bagi KPU untuk memberikan kepercayaan kepada semua pihak, termasuk BPN, masyarakat yang mendukung Prabowo-Sandi, supaya hasilnya fair, kalau fair semua menerima," tutur Wakil Ketua DPR itu.

"Kalau ada wasit berpihak itu bahaya, aparat keamanan juga harus tidak berpihak. Jangan ada aparat penegak hukum melakukan kampanye terselubung dengan menggunakan tangan kekuasaan, itu berbahaya," bebernya seperti dilansir detikcom. (red)