Sudah Minta Diantarkan Eh Malah Curi Handphone, Akhirnya Babak Belur

Sudah Minta Diantarkan Eh Malah Curi Handphone, Akhirnya Babak Belur

BRITO.ID, BERITA MERANGIN - Aksi pencurian terjadi di Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin. Seorang pelajar menjadi korban aksi pencurian Alamsyah (21). Pelaku adalah petani warga Kelurahan Pasar Rantau Panjang, Kecamatan Tabir.

Awal cerita korban dimintai tolong oleh pelaku untuk mengantarnya ke Lubuk Sebulan, Kelurahan Mampun, Kecamatan Tabir, Sabtu (8/9) sekitar pukul 16.00 WIb. Korban pun tidak merasa curiga. Dia lalu mengantarkan pelaku ke tujuan.

  BACA JUGA
Ada Motor King Tertinggal di Lokasi Pembacokan Warga Rengas Condong Batanghari

Sesampainya di lokasi kejadian pelaku meminjam handphone milik korban. Usai diberikan, handphone tersebut disimpan pelaku di dalam saku kantongnya. Dan selanjutnya pelaku langsung melarikan diri.

Usai kejadian tersebut korban pun melaporkan kepada orang tuanya. Berselang enam hari dari kejadian akhirnya pelaku diketemukan warga. Usai diamankan warga, pelaku menjadi bulan-bulanan amukan massa hingga babak belur.

Untung saja aparat kepolisian dari Polsek Tabir tiba di lokasi kejadian untuk mengamankan pelaku. Usai diamankan polisi pelaku langsung dibawa ke Polsek Tabir. Kapolres Merangin AKBP I Kade Utama Wijaya melalui Kapolsek Tabir AKP Suhendry membenarkan jika ada pelaku pencurian yang diamuk massa.

Kata dia pelaku membawa kabur handphone milik seorang pelajar. Dan setelah satu minggu kejadian pelaku baru berhasil diamankan warga. "Selanjutnya diserahkan ke kami," kata AKP Suhendry, Kamis (13/9).

Korban dan pelaku tidak saling kenal. Namun korban mau mengantarkan pelaku ke lokasi yang diminta. Bahkan mau menyerahkan handphone miliknya.

  BACA JUGA
Kembali Pecah, Aksi Ratusan Mahasiswa Jambi Tuntut Jokowi Mundur Bentrok dengan Aparat

"Saya mengimbau kepada masyarakat jangan mudah percaya dengan seseorang yang belum anda kenal. Sebab bisa saja mereka ingin melakukan kejahatan. Jika melihat orang yang tidak dikenal langsung dilaporkan ke kepolisian,” imbau Kapolsek. (odi)