Tak Ada yang Berani Potong Gaji 50 % untuk Masyarakat, Begini Pengakuan Para Caleg

Tak Ada yang Berani Potong Gaji 50 % untuk Masyarakat, Begini Pengakuan Para Caleg

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Massa kampanye saat ini tengah dimanfaatkan para calon legislatif, baik di kota maupun provinsi Jambi. Seperti yang dilakukan sejumlah caleg untuk DPRD Kota Jambi ini.

Berbagai visi, misi dan janji disampaikan oleh Caleg demi mendapatkan suara. Namun dari para Caleg, tidak ada yang berani satu pun menyampaikan program potong gaji dan tunjangan sebesar 50 persen seandainya duduk di legislator.

Syaiful Bahri, Caleg Demokrat dapil Kotabaru mengaku tidak bersedia gaji dan tunjangannya diberikan 50 persen untuk masyarakat. "Saya bilang tidak setuju. Kita tidak usah munafiklah," tegasnya.

Namun begitu, kata dia persoalan sedekah dan infak tetap dilakukan. "Jika mampu keluarkan sedikit infak dan sedekah karena sudah menjadi kewajiban kita. Tidak perlu memaksakan diri. Itu omong kosong," ungkapnya. 

Sementara itu, Heru Kustanto Caleg PKS dapil Telanai, Danau Teluk, Danau Sipin mengatakan sudah menerapkan aturan potong gaji 50 persen. Namun potongan itu untuk partai. "Kalau disumbangkan lagi 50 persen, gaji kita habis," ungkapnya. 

Kemas Faried Alfarelly, Caleg Golkar Dapil Telanaipura, Danau Teluk, Danau Sipin mengatakan masih pikir-pikir terkait potongan gaji dan tunjangan 50 persen itu. "Alasannya pertama itu rejeki halal. Kami bertanggung jawab juga menghidupi keluarga. Jangan mentang - mentang jadi anggota dewan keluarga terabaikan," katanya. 

Sementara itu caleg Hanura Sertiyansah dapil Alam Barajo mengatakan, partainya sudah melakukan pemotongan 15 persen gaji kotor. Artinya jika dipotong lagi 50 persen, tinggal 35 %  lagi.

"Nanti laporan LHKPN gimana? Nanti ditanya kamu makan dari mana tidak mungkin makan dari gaji bini," tambahnya.

Kata dia, mungkin tidak dipatokkan tetapi tetap dipertimbangkan. Apalagi untuk tim yang membantu. "Ujung-ujungnya habis juga 25 sampai 30 persen sudah lebih dari infak dan sedekah," tutup Caleg yang merupakan pengacara kondang di Jambi ini. (red)

Reporter: Dewi Anita