Terseok-seok, Pilkada Bungo Nyaris Gagal Lantaran Transferan Dana Dicicil oleh Pemda

Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bungo 2020 nyaris saja tak bisa berjalan baik lantaran transfer dana dari Pemda terseok-seok, bahkan beberapa kali transferan dilakukan hingga akhirnya 100 persen.

Terseok-seok, Pilkada Bungo Nyaris Gagal Lantaran Transferan Dana Dicicil oleh Pemda
Kepala BPKAD Bungo Supriyadi (ist)

BRITO.ID, BERITA BUNGO - Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bungo 2020 nyaris saja tak bisa berjalan baik lantaran transfer dana dari Pemda terseok-seok, bahkan beberapa kali transferan dilakukan hingga akhirnya 100 persen. 

Pendanaan Pilkada serentak tahun 2020, sebagaimana tertuang dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD), hal ini dibenarkan Kepala BPKAD Kabupaten Bungo Supriyadi ME.

"Pemda Kabupaten Bungo sudah merealisasikan 100 persen sesuai NPHD baik kepada KPU maupun Bawaslu, yaitu total Rp37,79 miliar dengan rincian Rp25,15 milyar untuk KPU dan Rp12,64 untuk Bawaslu," katanya, Jumat (28/8/2020).

Sebelumnya sampai dengan tanggal 3 Agustus 2020 pendanaan Pilkada sesuai NPHD untuk KPU Kabupaten Bungo dari jumlah hibah Pemda dalam NPHD sebesar Rp25,15 miliar baru ditransfer sebesar Rp20,17 miliar atau 80,22 persen.

Sisa yang belum ditransfer Rp4,97 miliar.
Kemudian untuk Bawaslu Kabupaten Bungo dari jumlah hibah dalam NPHD sebesar Rp12,64 miliar baru ditransfer ke rekening Bawaslu sebesar Rp11,13 miliar atau 88,06 persen. Sisa yang belum ditransfer Rp1,50 miliar.

Bukan tanpa alasan lantaran Kas Pemda Bungo beberapa kali sangat minim dikarenakan transferan dari pusat menurun bila dibandingkan dengan tahun 2019 silam. Hal itu pula disebabkan adanya kewajiban Pemda untuk memangkas anggaran hingga 50 persen.

Supriyadi menjelaskan bahwa pada hari Rabu tanggal 26 Agustus 2020 telah diterbitkan SP2D hibah kepada KPU Rp4,97 miliar dan kepada Bawaslu Rp1,50 miliar.
Dengan demikian pendanaan Pilkada serentak sebesar 100 perse  tersebut telah ditransfer ke rekening mereka masing-masing. 

"Untuk KPU telah ditransfer Rp25,15 miliar ke rekening KPU Kabupaten Bungo yang ada di BRI Cabang Muara Bungo, sedangkan untuk Bawaslu telah ditransfer Rp12,64 miliar ke rekening Bawaslu Kabupaten Bungo yang ada di Bank Jambi Cabang Muara Bungo" jelas Supriyadi.

Ketika ditanya lebih lanjut tentang penggunaan dana hibah tersebut, Supriyadi menyatakan agar menanyakan langsung ke KPU dan Bawaslu Kabupaten Bungo.

"Untuk realisasi penggunaan dana hibah tersebut sebaiknya menanyakan langsung kepada KPU dan Bawaslu Kabupaten Bungo. Mereka yang lebih tahu rincian penggunaannya untuk apa saja" pungkasnya. (red)