Tiga Daerah di Jambi Ini Zona Merah, Satgas Ingatkan Selalu Patuhi Prokes

Sebanyak 29 daerah di Indonesia ditetapkan menjadi zona merah atau wilayah dengan risiko tinggi penyebaran virus corona (Covid-19). Jumlah ini bertambah dari data pekan lalu yang hanya mencatat 17 zona merah Covid-19. Berdasarkan data Satgas Covid-19 per 13 Juni 2021, 17 kabupaten/kota zona merah berada di Sumatera, sementara 12 daerah lainnya di Jawa. Begitu pula data per 7-13 Juni 2021, tiga diantaranya dari Provinsi Jambi, data yang dirilis oleh Satgas Covid-19 Provinsi Jambi. Ada 3 Kabupaten/kota yang naik menjadi zona merah. Kota Jambi, Muarojambi dan Tanjungjabung Barat. Sementara delapan Kabupaten/kota lainnya berada zona oranye. 

Tiga Daerah di Jambi Ini Zona Merah, Satgas Ingatkan Selalu Patuhi Prokes
Peta risiko Covid-19 Provinsi Jambi 7-13 Juni 2021. (Ist/Ari/brito.id)

BRITO.ID, BERITA JAMBI - Sebanyak 29 daerah di Indonesia ditetapkan menjadi zona merah atau wilayah dengan risiko tinggi penyebaran virus corona (Covid-19). Jumlah ini bertambah dari data pekan lalu yang hanya mencatat 17 zona merah Covid-19.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 per 13 Juni 2021, 17 kabupaten/kota zona merah berada di Sumatera, sementara 12 daerah lainnya di Jawa.

Begitu pula data per 7-13 Juni 2021, tiga diantaranya dari Provinsi Jambi, data yang dirilis oleh Satgas Covid-19 Provinsi Jambi. Ada 3 Kabupaten/kota yang naik menjadi zona merah. Kota Jambi, Muarojambi dan Tanjungjabung Barat. Sementara delapan Kabupaten/kota lainnya berada zona oranye. 

Hal ini dibenarkan Jubir Satgas Covid-19 Provinsi Jambi Johansyah, Selasa (15/6). Bahwa ada tiga daerah yang masuk zona merah. Hal ini jumlah terkonfirmasi positif naik di daerah ini.

"Kota Jambi, muarojambi dan Tanjabbar sudah zona merah. Sisanya zona dengan risiko sedang," jelasnya.

Dalam rilis data yang disajikan pada 10 Juni 2021 saja Kabupaten Muarojambi ada 31 terkonfirmasi, tertinggi Tanjabbar 68 orang dan kota Jambi 30 terkonfirmasi. Pasien meninggal 1 orang dari kota Jambi.

Kemudian rilis pada 14 Juni 2021 memang mengalami perubahan suspek tertinggi dari Kota Jambi 108 orang, disusul Tebo 28 orang, Sungaipenuh 22 orang dan Kerinci 18 suspek. Merangin, Batanghari, Sarolangun dan Tanjabbar 0 suspek, Bungo 6 suspek, Tanjabtim 4 suspek, serta Muaro Jambi 4 suspek. 

"Kota Jambi masih cukup tinggi dengan suspeknya," katanya.

Katanya Pj Gubernur Jambi Pemprov Jambi juga meminta daerah memperketat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro serta kesiapan tenaga kesehatan dan rumah sakit.

"Bentuk kesiapan kita menghadapi potensi lonjakan kasus Covid-19 di Provinsi Jambi," ujarnya.

Selain itu, Johansyah juga mengimbau daerah meningkatkan edukasi kepada masyarakat agar mereka sadar dengan menerapkan protokol kesehatan, pola hidup bersih dan sehat ditambah lagi mengikuti Vaksinasi Covid-19, warga masyarakst bisa terhindar dari penularan Virus Corona.

"Kita minta selalu menerapkan 5M yakni selalu menggunakan Masker, menjaga jarak, dan membatasi akses mobilitas dan menjauhi kerumunan, mencuci tangan dengan sabun. Sehingga dapat memutus mata rantai pandemi Covid-19," pungkasnya. (Ari)