Tinjau Sekolah Rusak Parah, Kemas Faried: Jangan Sampai Ada Korban

Tinjau Sekolah Rusak Parah, Kemas Faried: Jangan Sampai Ada Korban
Anggota DPRD Kota Jambi Saat Meninjau SDN 212 Yang Rusak Parah (Dewi Anita/BRITO.ID)

BRITO.ID, BERITA JAMBI- Komisi IV DPRD Kota Jambi turun ke SDN 212 Kota Jambi, Kamis pagi (14/11). Kedatangan Komisi lV kali ini bersama Dinas Pendidikan dan Dinas PUPR Kota Jambi untuk melihat langsung kondisi sekolah yang retak secara bersama.

Dari penilaian tim teknis PUPR, bangunan tersebut masuk dalam kategori rusak berat, ada potensi roboh dan harus segera diperbaiki.

"Satu kelas rusak berat, satu lagi rusak ringan," kata Zamzami, Kasi Penataan Bangunan Lingkungan, Bidang Cipta Karya PUPR Kota Jambi, (14/11).

Untuk perbaikan sebut Zami, kemungkinan baru bisa dilaksanakan pada APBD-P 2020. Namun jika untuk perbaikan langsung dengan penambhan ruang kelas baru, maka harus menunggu 2021 mendatang.

"Selama ini kita tidak mendapat laporan terkait kondisi sekolah ini," katanya.

Zami menyebutkan, faktor retak nya bangunan sekolah tersebut karena memang kondisi bangunannya sudah tua.

"Dulu ada pengeboran dekat sini, mungkin itu juga menjadi penyebabnya. Ada aktifitas Pertamina yang menyebabkan getaran, sehingga terjadi keretakan," imbuhnya.

Sementara itu hasil pantauan di lapangan, kondisi retakan di dinding ruang kelas memang cukup membahayakan. Apalagi ada beberapa siswa yang duduk tepat di sebelah dinding yang retak.

Kemas Faried Alfarelly dan Muslim mewakili Komisi IV DPRD Kota Jambi, mengaku sangat prihatin dengan kondisi sekolah tersebut.

“Ini bahaya tentunya, seperti kejadian yang di Jawa Timur itu. Sekolah roboh dan menimpa siswa-siswa,” sebutnya.

Tak sampai di situ, politisi yang berasal dari Partai Golkar dan Gerindra ini pun berkeliling melihat kondisi sekolah secara keselurahan.

“Memang kita lihat ini sudah parah sekali kerusakannya. Nanti akan kita rapatkan di komisi untuk mencari solusinya. Karena kita tidak mau, nantinya timbul korban jiwa jika ini dibiarkan saja,” jelas Kemas.

Sementara itu, Rubiati selaku Kepala SD 212 mengaku, tak mengetahui pasti apa penyebab dinding kelas tersebut retak. Namun, ia menduga kerusakan tersebut dikarenakan faktor usia bangunan yang sudah cukup lama.

“Iya pak kebetulan saya baru juga di sini. Ini juga bangunannya sudah lama pak yang retrak ini, dibangun tahun 1977,” terang Rubiati.

Kini, ruangan kelas yang mengalami kerusakan cukup parah tersebut terpaksa dialihkan menjadi tempat penyimpanan barang. Rubiati juga mengaku, pihak sekolah telah beberapa kali mengusulkan perbaikan. Namun hingga kini belum ada tanda-tanda akan diperbaiki.

“Dulu juga sudah pernah ada yang datang dari dinas pak. Tapi ya memang belum diperbaiki, kita harap ada perhatian lah. Karena ini juga demi keselamatan siswa kita juga,” jelasnya.

Supardi selaku Kabid SMP Disdik Kota Jambi menyebutkan, sekolah tersebut masih dalam kategori rusak sedang.

“Untuk perbaikannya nanti bisa menggunakan dana BOS jika memungkinkan. Tapi jika memang harus dirobohkan akan kita robohkan. Tapi nanti akan kita carikan solusinya,” pungkasnya.

Penulis: Dewi anita

Editor: Rhizki Okfiandi