Viral Masjid Megah di Tengah Desa di Kabupaten Muba, Siapa Pendirinya?

Heboh dan viral di media sosial Facebook Masjid unik yang berdiri megah dengan khas kursi patah di depan masjid. Video viral inipun dibagikan oleh Susi Syamsir pada 20 Juni 2021 dan ditonton hingga 10.000 kali. Dalam video itu Susi mengeksplor seluruh bangunan masjid yang diketahui dibangun sejak 2018 silam. Terlihat bangunan mirip bergaya Masjidil Haram ini mulai pintu dibuat mirip pintu Masjid Ka'bah.

Viral Masjid Megah di Tengah Desa di Kabupaten Muba, Siapa Pendirinya?
Masjid Raya Abdul Karim berada di Desa Epil, Lais, Muba (istimewa)

BRITO.ID, BERITA VIRAL - Heboh dan viral di media sosial Facebook Masjid unik yang berdiri megah dengan khas kursi patah di depan masjid. Video viral inipun dibagikan oleh Depot Muslimah Flower Susi pada 20 Juni 2021 dan ditonton hingga 10.000 kali.

Dalam video itu Susi mengeksplor seluruh bangunan masjid yang diketahui dibangun sejak 2018 silam. Terlihat bangunan mirip bergaya Masjidil Haram ini mulai pintu dibuat mirip pintu Masjid Ka'bah.

Susi pun mereview seluruh bangunan dan diketahui bahwa Masjid ini bernama Masjid  Raya Abdul Kadim. Berdiri kokoh di Desa Epil, Kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumsel.

Disebutkan dengan suasana sejuk masjid ini pula menjadi buah bibir masyarakat Muba. Tak kurang ratusan warga setiap harinya mencoba bersantai di halaman masjid.

"Masya Allah Guys ini masjid luar biasa, dan indah mirip bergaya Masjidil Haram. Pendiri masjid ini bapak Abdul Kadim, orang kaya putra daerah Lais," ungkap Susi dalam videonya.

Dikutip melalui Maklumatnews.com, untuk masjid sekelas ini, Masjid Raya Abdul Kadim ini termasuk masjid yang bisa dihitung dengan jari yang ada di Sumsel. Arsitekturnya yang modern nan indah, megah.

Kepala Desa Epil, Armedi, menyebutkan bahwa Prof. H.Abdul Kadim, putra asli Desa Epil, Kecamatan Lais, sebagai inisiator pendiri masjid terindah dan termegah di Bumi Serasan Sekate.

Sebagaimana dikutip dari Facebook Dispopar Muba Armedi menuturkan, H. Abdul Kadim dulunya adalah orang yang sederhana, namun berkat kerja keras dan kecerdasannya dia bisa menjadi orang sukses di perantauan.

Masjid Raya Abdul Kadim mulanya dibangun pada awal tahun 2018 dengan motivasi untuk mengajak jalan ibadah dan membanggakan Desa Epil, Kecamatan Lais, Muba.

Sebelum membangun masjid terlebih dahulu telah diadakan musyawarah keluarga, para tokoh masyarakat, dan juga meminta petunjuk dengan para tokoh-tokoh agama.

Masjid ini berdiri di atas tanah seluas 1,1 Hektare dan di sisi samping ada jembatan melintasi kolam serta sedang dibangun tempat cinderamata oleh-oleh khas Muba.

Dilihat dari bentuknya, masjid ini memakai konsep arsitektur bangunan masjid turki (Hagia Sofia), sementara pintu masjid memakai konsep Masjid Nabawi.

Hermanto atau biasa dipanggil Tok, adik kandung H. Abdul Kadim menceritakan bahwa proses pembangunan masjid ini sudah hampir selesai. Insya Allah perkiraan  pada pertengahan tahun 2021 masjid ini akan diresmikan dan sudah bisa dipakai untuk ibadah.

Perihal bahan-bahan untuk masjid banyak yang didatangkan dari Yogyakarta dan ukiran-ukiran masjid didatangkan khusus dari Jepara. Sementara itu tempat bedug memakai konsep atap rumah limas Palembang, sedangkan bedugnya sendiri berasal dari Cirebon.

Salah satu keunikan pada masjid ini terdapat pada kursi besar berkaki tiga, yang dibuat seperti Broken Chair yang ada di Place des Nations, Jenewa.

Filosofi kursi ini menguasai tentang siklus kehidupan dalam mengejar kekuasaan dan kegagalan memiliki satu sesuai dengan ekspektasi kita, Adapun cara yang bisa diterapkan tanpa menggunakan ketakwaan akan satu kaki yang membuat kita jatuh.

"Kita berharap, masjid ini dapat meningkatkan semangat masyarakat untuk beribadah, memberikan kebanggaan pada warga Desa Epil khususnya dan umat muslim pada umumnya, serta tidak menutup kemungkinan untuk menjadi salah satu alternatif tujuan wisata religi. yang memberikan manfaat perekonomian bagi masyarakat sekitar," ungkap Hermanto. (red)